Terendah 2 Tahun, Kontrak Baru WIKA Turun 18,56% selama 2019

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
18 February 2020 16:40
Terendah 2 Tahun, Kontrak Baru WIKA Turun 18,56% selama 2019
Jakarta, CNBC Indonesia- Sepanjang 2019, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatat nilai kontrak baru (unaudited) sebesar Rp 41,18 triliun, atau turun 18,56% dibandingkan 2018 senilai Rp 50,6 triliun.

Hal tersebut terungkap Presentasi direksi WIKA dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (17/2/2020).

Perolehan kontrak WIKA yang dipimpin oleh Tumiyana sebagai Direktur Utama ini, pada 2019 bahkan lebih rendah dibandingkan 2017 yang saat itu hanya Rp 42,40 triliun.


Selain kontrak baru, perusahaan konstruksi ini juga mengalami penurunan terhadap nilai kontrak yang dikerjakan. Pada 2019 WIKA membukukan kontrak yang dihadapi senilai Rp 117,69 triliun, turun 4,71% dibandingkan 2018 senilai Rp 123,51 triliun.

Penurunan keseluruhan kontrak ini pun turut mempengaruhi penjualan WIKA menjadi Rp 27,7 triliun, turun 12,20% dibandingkan 2018 senilai Rp 31,16 triliun.


Dengan kondisi penjualan dan nilai kontrak turun, WIKA masih mencatat kenaikan laba bersih menjadi Rp 2,51 triliun, naik 21,25% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp 2,07 triliun. Sementara liabilitas perusahaan juga tercatat naik tipis menjadi Rp 42,75 triliun, dari Rp 42,02 triliun pada 2018.

Meski demikian perusahaan konstruksi pelat merah ini masih mencatatkan kenaikan ekuitas menjadi Rp 19,12 triliun, naik 11,09% dari 17,21 triliun pada 2018. Secara aset pun tercatat naik 3,4% menjadi Rp 61,87 triliun dari Rp 59,23 pada 2018.

Debt to equity ratio (DER) perusahaan pun turun menjadi 2,26 kali, dari 2,44 kali pada 2018.

Dalam Presentasi direksi WIKA dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (17/2/2020), perusahaan mengungkapkan fokusnya tahun ini untuk meningkatkan portofolio investasi dan menerbitkan perpetual bond senilai Rp 1 triliun.



Sementara untuk anak-anak usahanya, PT Wika Beton Tbk (WTON) berencana membangun pabrik baru dengan kapasitas 350 ribu ton per tahun, dan kapasitas produksi menjadi 4 juta ton per tahun. Sementara Wika Realty berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana dengan target dana Rp 2 triliun.

Untuk Wika Rekayasa Konstruksi rencananya meluncurkan desain baru motor listrik Gesits dan mulai ekspor, dan meningkatkan pabrik bajanya hingga 90 ribu ton per tahun.


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading