Terancam Resesi, Dolar Singapura Nyaris ke Bawah Rp 9.800

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
17 February 2020 11:38
Terancam Resesi, Dolar Singapura Nyaris ke Bawah Rp 9.800
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar dolar Singapura kembali melemah melawan rupiah di awal perdagangan Senin (17/2/2020), nyaris menembus ke bawah Rp 9.800.

Dolar Singapura melemah 0,07% ke Rp 9.811,24/SG$, berada di dekat level terlemah sejak September 2017. Posisi mata uang Negeri Merlion ini membaik, berada di level Rp 9.840.31/SG$ atau menguat 0,22% di pasar spot, melansir data Refnitiv.

Ekonomi Singapura yang terancam resesi memberikan tekanan bagi mata uangnya. Wabah virus corona atau yang disebut Covid-19 diprediksi akan memangkas pertumbuhan ekonomi China yang tentunya berdampak buruk bagi Singapura.




China adalah negara mitra dagang utama Singapura. Pada 2018, ekspor Singapura ke China mencapai US$ 50,4 miliar atau menyumbang 13% dari total ekspor.

Dengan perlambatan ekonomi China, tentu permintaan terhadap produk-produk dari luar negeri akan ikut berkurang. Artinya, ekspor Singapura sudah pasti terpukul. Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing, mengatakan Singapura harus "siap secara mental" menghadapi virus corona yang dampaknya akan lebih "luas, dalam, dan panjang" dari wabah SARS tahun 2003 lalu. Sebabnya, nilai perdagangan Singapura dan China saat ini sudah naik empat kali lipat dibandingkan tahun 2003.



Selain ekspor, sektor pariwisata Singapura juga sudah terkena dampak langsung akibat penurunan jumlah wisatawan asal Tiongkok.

"Sektor pariwisata telah terkena dampak langsung dari penyebaran virus corona, akibat penurunan kedatangan wisatawan, khususnya dari China" kata Singapore Tourism Board (STB) sebagaimana dilansir Channel News Asia.

Berdasarkan data STB sepanjang tahun 2019, ada sebanyak 3,6 juta wisatawan dari China yang berkunjung ke Singapura, angka tersebut merupakan 20% dari total wisatawan sepanjang tahun lalu.

Akibat pukulan COVID-19 ke perekonomian, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan kemungkinan terjadinya resesi.

"Saya tidak bisa mengatakan apakah kita akan mengalami resesi atau tidak. Itu adalah kemungkinan, tetapi yang pasti perekonomian akan terpukul" katanya sebagaimana dilansir Strait Times.

Akibatnya, kurs dolar Singapura terus merosot melawan rupiah sejak awal tahun meski lebih stabil pada pekan lalu. Sepanjang tahun ini hingga Jumat (14/2/2020), dolar Singapura sudah melemah 4,82%.


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]




(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading