Ini Penjelasan Lengkap Erick soal Utang KRAS Rp 40 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
28 January 2020 18:32
Erick menyebutkan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berhasil merestrukturisasi utang hingga mencapai Rp 40 triliun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berhasil merestrukturisasi utang hingga mencapai Rp 40 triliun. Namun Dirut KRAS Silmy Karim mengungkapkan proses restrukturisasi utang KRAS yang selesai pada Selasa ini mencapai US$ 2 miliar atau setara Rp 27,22 triliun (asumsi kurs Rp 13.611/US$).

Lantas apakah utang KRAS mencapai Rp 40 triliun?

Menanggapi perbedaan ini, Erick mengungkapkan nilai langsung restrukturisasi hari ini memang sebesar US$ 2,2 miliar, sementara ada pula anak usaha KRAS lainnya juga memiliki utang tapi masih lancar.



Erick kemudian merevisi pernyataannya soal utang Rp 40 triliun dari KRAS.

"Jadi asumsi saya secara global kemungkinan akan lebih besar [utang KRAS]. Hari ini konkret sudah US$ 2,2 miliar kurang lebih Rp 31 triliun [asumsi kurs Rp 14.000/US$]. Sisanya akan di-updet mungkin [utang] menyeluruh dilihat yang lain karena di KRAS ada anak usaha total 20-an. Anak usaha 11, cucu usaha 60, ini keluarga besar [KRAS]. Di BUMN banyak anak banyak rejeki. Insyaallah bener kalo [BUMN-nya] bener," kata Erick.

"Kalau KRAS dan Posco itu, ada utang besar juga tapi lancar. Kita mayoritas [sahamnya], mereka [Posco] minoritas, EBITDA [laba sebelum bunga, pajak, amortisasi dan depresiasi] sehat juga," katanya.

"Memang saya gak detail [soal utang], secara garis besar karena hitungan saya termasuk Posco juga. Tapi ternyata saya koreksi, restrukturisasi ini US$ 2,2 miliar, [utang] yang lain masih lancar dan baik," tegas Erick membetulkan pernyataan sebelumnya.

Foto: Ki-Ka: Dirut KRAS - Silmy Karim Menteri BUMN - Erick Thohir Komut KRAS - I Gusti Putu B. Wamen BUMN I - Budi Gunadi Sadikin saat Public Expose PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di gedung Kementerian BUMN (CNBC Indonesia/Monica Wareza)

Tadi pagi, Erick Thohir menyebutkan restrukturisasi utang dengan jumlah tersebut menjadi nilai restrukturisasi terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia.

"Hari ini Krakatau Steel akan umumkan Rp 40 triliun restrukturisasi utangnya. Ini merupakan restructuring terbesar dalam sejarang negara kita," kata Erick di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Dalam kesempatan Selasa sore ini, Silmy Karim mengatakan restrukturisasi ini melibatkan 10 bank nasional, swasta nasional dan asing. Penandatangan perjanjian restrukturisasi ini dilakukan untuk transformasi bisnis KRAS menjadi lebih sehat.


"Melalui restrukturisasi ini, total beban selama sembilan bulan tahun utang dapat diturunkan secara signifikan dari US$ 847 juta menjadi US$ 466 juta. Selain itu, penghematan biaya juga kita dapatkan dari restrukturisasi Krakatau Steel utang selama sembilan tahun sebesar US$ 685 juta," kata Direktur Utama Silmy Karim, Selasa (28/1/2020).


Berikut ini daftar bank dan nilai pinjaman yang direstrukturisasi:
  • Bank Mandiri US$ 618,29 juta
  • Bank Negara Indonesia US$ 425,92 juta
  • Bank Rakyat Indonesia US$ 337,39 juta
  • Bank CIMB Niaga US$ 238,34 juta
  • Bank OCBC NISP US$ 138,66 juta
  • Bank ICBC Indonesia US$ 44,27 juta
  • Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia US$ 79,83 juta
  • PT Bank DBS Indonesia US$ 48,62 juta
  • Standard Chartered Bank US$ 25,62 juta
  • PT Bank Central Asia Tbk US$ 48,69 juta

Erick Thohir juga memberi pesan kepada manajemen KRAS usai selesainya proses restrukturisasi utang ini.

"Saya tegaskan ke Pak Dirut [KRAS, Silmy Karim] ini restrukturisasi terbesar dalam sejarah Indonesia tapi whats next? Saya gak mau [cuma] teori gampang. Tapi apa operasional ke depan dan kita pasti kawal," kata Erick.

"Saya dukung Pak Dirut, direksi dan komisaris selama ke arah yang bener kita dukung. Kalau gak saya setop."

"Setelah restrukturisasi operasional [KRAS] harus benar, jangan sampai setahun lagi mungkin saya dicopot [Presiden Jokowi] kan gak tahu, banyak kok yang nyuruh saya mundur. Apa investasi company di baja toh udah expert gak usah malu. Salah satunya. Ini terpenting dari saya," tegas Erick.

Dia mengatakan Kementerian BUMN mengapresiasi upaya dan kerja keras direksi dan komisaris Krakatau Steel dalam memulihkan kinerja dan operasional Krakatau Steel.

Erick juga berterimakasih kepada bank-bank BUMN (Himbara) dan swasta yang menjadi kreditor KRAS. "Makasih ke Himbara utangnya hampir 70% dan thanks to bank swasta internasional dan OJK yang memang salah satu kita minta bantuannya. Jadi kalau bisa kolaborasi kerjanya lebih ringan yang macet belasan tahun bisa dijalanin asal nawaitu, niatnya sama. Bukan hidden agenda," katanya.

Dalam laporan keuangan per September 2019, Krakatau Steel masih membukukan kerugian sebesar US$ 211,91 juta atau sekitar Rp 2,96 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$) pada 9 bulan tahun lalu dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 37,38 juta atau Rp 523,32 miliar, naik 5 kali lipat.

Berdasarkan laporan keuangan KRAS 2018, tercatat utang KRAS mencapai US$ 2,49 miliar atau setara Rp 35 triliun, naik 10,45% dibandingkan 2017 sebesar US$ 2,26 miliar.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading