Roundup

800 Rekening Saham Diblokir Gegara Jiwasraya, Lion Siap IPO

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
27 January 2020 08:32
800 Rekening Saham Diblokir Gegara Jiwasraya, Lion Siap IPO

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,08% ke level 6.244,11 pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (24/1/2020).

Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang justru kompak ditransaksikan di zona hijau: indeks Nikkei naik 0,13%, indeks Hang Seng menguat 0,15%, dan indeks Straits Times terkerek 0,17%.

Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum memulai perdagangan Senin (27/1/2020):



1.Skandal Jiwasraya, 800 Rekening Saham Diblokir Kejagung
Sekitar 800 sub rekening efek diblokir atas permintaan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait penyidikan kasus mega skandal korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Hari Setiyono mengonfirmasi sekitar 800 rekening efek yang diminta diblokir. Namun, menurutnya jumlah itu bisa berubah, baik tertambah atau berkurang.

"Rekening efek yang disita, masih dalam pengembangan boleh jadi kurang atau bahkan lebih dari 800 rekening," ujarnya Jumat (24/1/2020).



2.Tak Miliki Modal Minimal Rp 3 T, Bank Bakal Digusur Fintech
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perbankan melakukan konsolidasi, terutama bank-bank yang dengan modal inti terbatas. Hal ini dilakukan untuk memperkuat daya tahan perbankan di tengah ketatnya persaingan dengan teknologi finansial (fintech).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana menyebutkan, sejak tahun 2005 arsitektur perbankan mengharapkan adanya konsolidasi perbankan, namun perkembangan aksi konsolidasi ini sangat lambat sehingga diperlukan aturan yang lebih kuat untuk mendorong konsolidasi.

"Ternyata sampai sekarang konsolidasi tidak cepat, diperlukan aturan yang lebih, supaya bisa mempercepat konsolidasi," kata Heru Kristiyana, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Kamis (24/1/2020).


3.Cari Utang Baru, Bos Baru Garuda Siap Tekan Utang
Emiten maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), berkomitmen menyelesaikan utang dengan menyiapkan sejumlah langkah alternatif. Total kewajiban Garuda per September 2019 sudah tembus US$ 3,51 miliar atau setara dengan Rp 47 triliun (asumsi kurs Rp 13.600/US$).

Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru Irfan Setiaputra mengatakan pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah soal utang tersebut, salah satunya utang baru.

"Saya latar belakang IT tapi pernah 6 tahun di Bank Niaga. Tapi utang jadi concern kita, sempat bicara dengan tim. Ada beberapa alternatif yang akan diambil. Kita akan lakukan upaya untuk utang baru," kata Irfan dalam paparan rencana bisnis di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1/2020).


4.Lion Air Roadshow IPO, Diyakini Terealisasi di Awal 2020
Maskapai penerbangan yang didirikan oleh Rusdi Kirana, yaitu PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air akan melakukan sosialisasi dan edukasi calon investor (pre-marketing roadshow) pada pekan depan, menjelang penawaran umum perdana sahamnya (initial public offering/IPO).

Aksi perusahaan itu diberitakan Reuters akan menyasar dana publik hingga US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 13,6 triliun (asumsi kurs Rp 13.600/US$).

Lion Air sebelumnya menargetkan dapat menjual sahamnya pada kuartal pertama tahun ini karena perusahaan mampu membukukan pertumbuhan kinerja, setelah kecelakaan maut pada salah satu pesawat Boeing 737 MAX yang mereka miliki, tulis Reuters hari ini (24/1/20).



5.Annyeong haseyo! Bank Mandiri Kaji Masuk Korsel
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sedang mengkaji ekspansi bisnis di kawasan Asia Tenggara dan Korea Selatan. Perseroan masih mencari bentuk bisnis yang tepat untuk memberikan nilai tambah bagi bisnis Bank Mandiri secara keseluruhan.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengutarakan nantinya ekspansi bisnis tersebut tidak hanya melalui akuisisi bank, multifinance atau bisa juga melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture).

"Ada beberapa, Indochina [Asia Tenggara daratan], Vietnam, Kamboja, termasuk Korea, kita lihat potensi itu mana yang paling menarik. Tidak harus besar, mulai dari yang kecil pun kalau kita yakin itu bisa growth, bisnis modelnya tumbuh bagus kita lakukan [ekspansi]," kata Royke di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020).


6.Keluarga Taipan Kiki Barki Borong Lagi Saham Harum Energy
Keluarga konglomerat Kiki Barki, melalui PT Karunia Bara Perkasa (KBP) kembali memperbesar kepemilikan saham di emiten pertambangan PT Harum Energy Tbk (HRUM) dengan membeli 13,94 juta saham pada 11-20 Januari 2020. Pembelian saham itu pada harga Rp 1.300-1.355/saham dengan nilai sekitar Rp 18,89 miliar.

Stephanus E.D. Sutantio, Direktur Karunia Bara Perkasa, dalam laporan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), mengatakan setelah transaksi tersebut pemilikan KBP atas HRUM meningkat menjadi 2.144.267.000 (79,31%) dari sebelumnya 2.130.324.500 (78,79%).

"Tujuan dari transaksi investasi, status kepemilikan langsung," katanya dikutip CNBC Indonesia, Jumat (24/1/2020).


[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading