Memburu Saham Murah, Bak Berlian Terbenam di dalam Lumpur

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
22 January 2020 14:26
Memburu Saham Murah, Bak Berlian Terbenam di dalam Lumpur
Jakarta, CNBC Indonesia- Penurunan harga saham sebuah perusahaan yang terjadi di pasar modal seiring dengan kondisi global yang kurang kondusif sepanjang tahun lalu tentu membuat investor dan trader saham berpikir ulang.

Namun di sisi lain, koreksi harga sebuah perusahaan tentu dapat membuka peluang terhadap lebih murahnya saham emiten tersebut.


Salah satu yang menunjukkan valuasi yang menjanjikan adalah PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) karena memiliki valuasi fundamental yang cukup ciamik dan dapat dilihat lebih murah mengingat sokongan modalnya cukup kuat.


Murahnya valuasi tersebut dapat tercermin dari rasio harga saham per nilai buku (price to book value/PBV), terutama karena rasio emiten berkode TUGU tersebut masih di bawah rerata industri asuransi.

Tercatat, valuasi PBV emiten saham berkode TUGU itu hanya 0,87 kali, hampir sepertiga rerata emiten asuransi umum yang sudah mencatatkan sahamnya di bursa sebesar 2,62 kali. Dengan kata lain, dibanding saham perusahaan asuransi lainnya, saham Tugu Insurance masih lebih murah.

Hitungan itu memungkinkan karena ekuitas perusahaan, atau modalnya, cukup mumpuni yaitu Rp 8,18 triliun. Sehingga, jika mencari nilai buku per sahamnya yang berjumlah 1,77 miliar unit maka akan didapatkan angka Rp 4.605/saham.

Valuasi perusahaan yang masih murah itu ternyata juga didukung oleh kinerja keuangan perseroan yang dapat dibanggakan.

Misalnya saja pada akhir September 2019, emiten mencatatkan kenaikan laba 174% menjadi Rp 285,9 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2018 senilai Rp 104,23 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan premi bruto konsolidasi yang naik 45% menjadi Rp 4,94 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.



Kemarin, saham anak usaha perusahaan minyak bumi pemerintah PT Pertamina (Persero) tersebut ditutup pada Rp 3.420/saham dan membentuk kapitalisasi pasarnya Rp 6,08 triliun.


[Gambas:Video CNBC]





(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading