Sisir Goreng Saham, OJK Tiru Singapura & AS Atur Pemain Saham

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
16 January 2020 14:59
Sisir Goreng Saham, OJK Tiru Singapura & AS Atur Pemain Saham
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan rencana pengaturan terkait market maker, untuk meminimalkan transaksi saham gorengan, di Bursa Efek Indonesia akan merujuk pada bursa saham di Singapura (Singapore Exchange) dan Amerika Serikat (Nasdaq). Aturan ini sedang difinalisasi OJK dan bekerja sama dengan SRO Pasar modal.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Hoesen menyampaikan, OJK masih mencari formula market maker yang tepat sembari menyelesaikan aturan ini ditargetkan akan rampung pada semester kedua 2020.

Hoesen menjelaskan, pada prinsipnya, market maker dipakai di beberapa pasar untuk jenis-jenis saham yang tidak likuid atau terlalu kecil.


"Market maker ini akan ada regulasinya, sehingga aktivitasnya dipantau OJK dan SRO," kata Hoesen, dalam konferensi pers Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020,Kamis (16/1/2020) di Jakarta.


Dengan adanya instrumen ini, kata Hoesen, akan mempersempit celah broker untuk melakukan transaksi semu untuk menaikkan harga saham alias menggoreng saham, sehingga, pasar saham Indonesia menjadi lebih kredibel.

"Yang kita lakukan bahwa orang lebih nyaman, publik punya trust terhadap pasar, investor aman," jelasnya.

Sebelumnya Ketua OJK mengatakan akan melakukan registrasi market maker (penggerak pasar) di bursa saham. Strategi ini dilakukan untuk meminimalkan potensi 'goreng-menggoreng' saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal ini tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam siaran pers Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020. Wimboh menyebutkan ada lima kebijakan strategis yang akan dilakukan OJK pada 2020 untuk mewujudkan industri jasa keuangan Indonesia yang kompetitif.

Salah satu poin yang disebutkan OJK adalah mempersempit regulatory and supervisory gap antarsektor jasa keuangan. Ada dua hal yang akan dilakukan OJK terkait hal tersebut.

"Pertama, melanjutkan harmonisasi di seluruh sektor jasa keuangan dari sisi pengaturan dan pengawasan, maupun enforcement terutama di Industri Keuangan Non Bank. Kedua, meregistrasi market maker di bursa saham dengan kapitalisasi pasar kecil untuk meminimalkan potensi goreng menggoreng saham," kata Wimboh dalam siaran pers, Kamis (15/1/2019).


Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menyampaikan, Anggota Bursa (AB) yang ditunjuk sebagai market maker akan mendapat keringanan biaya transaksi menjadi nol persen.

Saat ini, BEI memberlakukan biaya transaksi atau levy fee sebesar 0,01%.

"Dapat keringanan itu, transaksi untuk saham saham tersebut. mungkin kita bisa nolkan. kita mungkin bisa nolkan," kata Laksono, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Inisiatif ini, kata dia, dilakukan lantaran hingga saat ini di Indonesia belum terdapat aturan yang mengatur mengenai market maker padahal di beberapa negara sudah secara spesifik mengenai hal tersebut.


[Gambas:Video CNBC]




(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading