Naik Terus! Utang Luar Negeri RI Sudah Rp 5.506,2 T

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
15 January 2020 10:29
Naik Terus! Utang Luar Negeri RI Sudah Rp 5.506,2 T

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) meningkat pada November 2019. Namun kenaikannya melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada November 2019, ULN Indonesia tercatat US$ 401,4 miliar (Rp 5.506,2 triliun dengan kurs saat ini). Tumbuh 8,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year-on-year (YoY).

"ULN terdiri dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 201,4 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 200,1 miliar. ULN Indonesia tersebut tumbuh 8,3% YoY, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 12% YoY," demikian sebut keterangan tertulis BI yang dirilis Rabu (15/1/2020).


Di sisi publik, ULN pemerintah minus bank sentral pada November tercatat US$ 198,6 miliar atau tumbuh 10,1% YoY. Melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,6% YoY.

"Posisi ULN Pemerintah lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya terutama karena pelunasan pinjaman bilateral dan multilateral yang jatuh tempo. Pengelolaan ULN Pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (19% dari total ULN pemerintah), sektor konstruksi (16,5%), sektor jasa pendidikan (16,1%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, jaminan sosial wajib (15,4%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (13,4%)," papar keterangan BI.

Sementara ULN swasta tanpa BUMN tumbuh 6,9% YoY pada akhir November 2019, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 10,7% YoY. Dipengaruhi oleh cukup tingginya pelunasan surat berharga domestik yang jatuh tempo, meskipun pada periode yang sama terdapat penerbitan surat utang Perusahaan Bukan Lembaga Keuangan (PBLK) dan penarikan pinjaman oleh perbankan.

Secara umum, BI menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat. Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada November 2019 sebesar 35,9%, relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya. Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh jangka panjang dengan pangsa 88,5%. 

"Dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian," tulis keterangan BI.


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading