China-AS Mau Damai, Harga Batu Bara Melompat

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
14 January 2020 10:51
Harga batu bara ikut melesat seiring dengan damai dagang fase-1 AS-China yang ditandatangani besok
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kontrak berjangka kembali ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Kesepakatan dagang fase satu yang akan ditandatangani oleh Amerika Serikat (AS) dan China besok turut memberikan sentimen positif bagi harga batu bara.

Kemarin (13/1/2020), harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle naik 1,71% ke level US$ 77,15/ton. Dalam dua sesi perdagangan terakhir harga batu bara telah naik 7,45%. Untuk pertama kalinya sejak September harga batu bara bangkit dari 'zona nyamannya'.

Harga batu bara mengalami kenaikan signifikan seiring dengan AS dan China yang akan menekan perjanjian dagang fase pertama besok. Delegasi dagang China kini telah berada di Washington.


Keduanya akan menggelar seremoni penandatanganan kesepakatan dagang fase satu besok. Poin kesepakatan dagang keduanya masih sama dan tak berubah. AS akan memberi diskon terhadap tarif produk/barang China. Sebagai imbalannya China akan membeli produk pertanian AS senilai US$ 40 miliar dan US$ 50 miliar.

Perang dagang yang terjadi selama 18 bulan terakhir telah membuat perekonomian global terkena imbasnya. Terutama AS dan China. Adanya perang dagang membuat ekonomi keduanya tumbuh melambat pada beberapa periode. Bahkan dengan laju pertumbuhan ekonomi di kisaran 6% merupakan yang terendah untuk China selama 30 tahun terakhir.

Sektor manufaktur China juga mengalami kontraksi. Hal tersebut tercermin dari indeks PMI China yang mengalami kontraksi (angka di bawah 50) sejak Mei hingga Oktober 2019. Volume perdagangan dan arus investasi ikut terhambat akibat perang dagang.

Kala kedua belah pihak menunjukkan adanya itikad untuk berdamai, maka ada harapan untuk perekonomian pulih kembali. Kembali pulihnya ekonomi terutama untuk sektor manufaktur juga menjadi kabar baik untuk harga batu bara.

Ketika sektor manufaktur dan industri tumbuh, maka kebutuhan salah satunya untuk listrik juga akan ikut terdongkrak. Sementara pembangkit listrik selama ini bahan bakarnya masih bertumpu pada batu bara.


TIM RISET CNBC INDONESIA
Artikel Selanjutnya

Optimisme Bisnis Batu Bara Bumi Resources


(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading