Rekor! Saham Apple Dihargai Rp 4,28 Juta Selembar

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 January 2020 10:59
Rekor! Saham Apple Dihargai Rp 4,28 Juta Selembar
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham Apple naik lebih dari 2% pada perdagangan Kamis (10/1/2020) dan mencapai harga tertinggi sepanjang masa di US$ 309,63/unit atau Rp 4,28 juta per lembar. Peningkatan penjualan iPhone di China naik lebih dari 18% di Desember 2019 lalu menjadi pemicu kenaikan harga saham Apple.

Hasil penjualan iPhone tersebut dicatatkan menurut perhitungan CNBC menggunakan data pemerintah yang diterbitkan oleh Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi China, sebuah lembaga think tank pemerintah.

Menurut data tersebut, hingga akhir tahun lalu Apple mengirimkan 3,2 juta iPhone ke China. Angka tersebut naik 2,7 juta unit secara year on year (YoY). Hingga saat ini China merupakan area pertumbuhan baru bagi Apple dan harus bersaing dengan negara produsen ponsel Android dengan harga yang lebih rendah.

Pada kuartal pertama 2019 Apple mencatatkan pendapatan dari China senilai US$ 13,17 miliar, turun US$ 5 miliar secara YoY.


"Jika melihat hasil penjualan kami, terjadi shortfall lebih dari 100%, itu terutama terjadi di China," kata Tim Cook, CEO Apple pada Januari 2019 dikutip dari CNBC, Jumat (10/1/2020).

Dia melanjutkan, "Jelas bahwa ekonomi mulai melambat di sana di semester kedua dan saya yakin penyebabnya adalah ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang memberikan tekanan tambahan pada ekonomi mereka."

Namun demikian, menurut data lembaga think tank menunjukkan penjualan telah meningkat sejak saat itu.

Berdasarkan data terakhir dari Counterpoint Research di November lalu, pangsa pasar Apple di China hanya sebesar 8% selama kuartal III-2019. Turun dari posisi 9% secara YoY. Pasar ponsel di China masih dikuasai oleh Huawei yang mencapai 40%, diikuti kemudian oleh Vivo, Oppo dan Xiaomi.

[Gambas:Video CNBC]


Menurut analis Wedbush, Dan Ives angka penjualan iPhone yang meningkat ini menunjukkan optimisme di pasar yang dinilai krusial.

"Berita ini hanya memperkuat tesis bullish positif kami di Apple menuju tahun 2020 mengingat perkembangan positif Asia baru-baru ini, teknologi 5G/upgrade terbarunya dan keyakinan kami bahwa China akan melanjutkan peningkatan yang positif dengan pertumbuhan baru dan berbagi keuntungan dengan iPhone 11 yang saat ini masih diremehkan," katanya.

Wedbush memasang target untuk harga saham Apple 12 bulan ke depan di harga US$ 350/saham. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading