BUMI Sudah Lunasi Tranche A Senilai US$ 313,8 Juta

Market - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
09 January 2020 11:49
 PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menegaskan telah memproses pembayaran ke delapan sebesar US$ 11,6 juta melalui agen fasilitas pada tanggal 8 Januari 2020.
Jakarta, CNBC Indonesia- Emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menegaskan telah memproses pembayaran ke delapan sebesar US$ 11,6 juta melalui agen fasilitas pada tanggal 8 Januari 2020.

Dileep Srivastava, Direktur dan Corporate Secretary BUMI menjelaskan bahwa pembayaran tersebut mewakili  pinjaman pokok sebesar US$ 4,6 juta dan bunga sebesar US$ 7,0 juta untuk Tranche A.

"Dengan dilakukannya pembayaran triwulanan ke-delapan hari ini, Perseroan saat ini telah membayar keseluruhan sebesar US$313,8 juta secara tunai (cash), terdiri atas pokok Tranche A sebesar US$ 195,8 juta dan bunga sebesar US$118,0 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar (back interest)." ujar Dileep dalam keterangannya, Kamis (9/1/2019).



Dileep menambahkan bahwa pembayaran berikutnya atas Tranche A akan jatuh tempo pada 8 April 2020. Kupon PIK dari tanggal 11 April 2018 hingga 8 Januari 2020 atas Tranche B dan C juga sudah mulai dikapitalisasi.

Sebelumnya Dileep mengatakan angka Penjualan yang serupa diharapkan tercapai pada Desember sehingga kuartal IV-2019, dengan begitu total penjualan sekitar 25 metrik ton, dan mencapai total 88 metrik ton pada tahun ini. Jumlah ini naik 10% dibandingkan penjualan tahun sebelumnya sebanyak 80 metrik ton.

Dari sisi operasional, harga yang direalisasi tetap lebih rendah pada November dibandingkan dengan kuartal III-2019. Kaltim Prima Coal mencapai harga rata-rata US$ 50 per ton, sementara Arutmin dalam kisaran yang lebih rendah US$ 40 per ton.

Harga yang direalisasikan secara keseluruhan untuk kuartal IV-2019 diharapkan berada pada sekitar US$ 53 per ton untuk KPC dan US$ 41 per ton untuk Arutmin. Total penjualan untuk November mencapai 8,6 metrik ton, dengan penjualan 3,1 metrik ton untuk Arutmin dan 5,5 metrik ton di KPC.

Produksi batubara BUMI diperkirakan pada 24 metrik ton di kuartal IV, oleh karena itu melihat pengurangan Inventaris sebesar 1 metrik ton dari kuartal III hingga sekitar 4 metrik ton pada akhir Desember.

Biaya tunai produksi untuk KPC adalah antara US$ 36-37 per ton di kuartal IV, dan di Arutmin stabil di antaranya US$ 30-31 per ton sesuai dengan harapan karena penjualan batubara bermutu tinggi meningkat.

"Kami telah berhasil mempertahankan piutang PLN di bawah 90 hari di bulan November yakni US$ 4,6 juta dan US$ 0,5 juta untuk KPC dan Arutmin masing-masing, lebih dari 90 hari," kata Dilep dalam keterangan resminya, Kamis (02/01/2020).

Sepanjang 2019, dengan kemungkinan permintaan pajak musiman yang dibuat pada akhir tahun dan pada kuartal I, BUMI telah membatasi jumlah dana yang dibagikan dari KPC dan Arutmin.

"Saat ini kami mengharapkan total sekitar US$ 20 juta yang dibagikan dan antara US$ 5-10 juta principle repayment," katanya.


Saldo kas di perusahaan mencapai US$ 178 juta pada bulan September dan telah meningkat menjadi hampir US$ 200 juta pada November (sebelum pembayaran pajak) pada akhir tahun Desember.

"Kami mengharapkan pembayaran normal / di atas normal kembali pada bulan April 2020," lanjut Dileep.

[Gambas:Video CNBC]




(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading