Bidik Kredit Double Digit, Saham BBRI Sudah Melesat 21%

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
27 December 2019 11:32
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masih di puncak klasemen Bank Himbara.

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masih di puncak klasemen Bank Himbara dengan tingkat imbal hasil paling tinggi sepanjang tahun berjalan atau year to date.

Data perdagangan BEI pada Jumat (27/12/2019) mencatat, harga saham Bank BRI secara year to date naik 21,04% ke level Rp 4.430 per saham pada penutupan sesi I.

Saham BBRI mengungguli bank pelat merah BUKU IV lainnya seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan kenaikan 5,08% secara year to date menjadi Rp 7.750 per saham dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang justru terkoreksi 9,94% ke level Rp 7.925 per saham.


Pada sesi pertama perdagangan, saham BBRI ditransaksikan sebanyak 21,59 juta saham dengan frekuensi 2.617 kali yang menghasilkan transaksi Rp 95,48 miliar.

Saat ini, bank BUMN beraset terbesar ini memiliki nilai kapitalisasi pasar Rp 546,42 triliun dengan valuasi Price to Earnings (P/E) Ratio 16,53 kali.

Direktur Keuangan Bank BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, BRI akan tetap fokus pada sektor mikro di tahun depan.

Haru memproyeksikan, kredit mikro ditargetkan mencapai pertumbuhan 15% tahun depan, lebih tinggi dibandingkan segmen lainnya. Hingga kuartal III-2019, BRI telah menyalurkan kredit mikro senilai Rp 701 triliun, atau 77,60% dari total kredit.

"Porsi mikro diperkirakan lebih banyak, dan tumbuh 15%," kata Haru, Jumat (20/12/2019).


Dia juga memperkirakan suku bunga Bank Indonesia, dan Giro Wajib Minimum (GWM) turun lagi maka Net Interest Margin (NIM) bisa tetap stabil. Hingga akhir tahun ini Haru memproyeksikan NIM di kisaran 6,9-7%. Sementara NPL pada 2020 pun diharapkan bisa tetap terjaga.

Sementara secara total kredit BRI menargetkan pertumbuhan 10%, dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan 10-11%.

Sebelumnya, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan BRI juga terus berupaya dalam menjaga rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) 2,40% hingga 2,50% pada 2020 atau lebih rendah dari prognosa 2019 sebesar 2,50% hingga 2,65%.

BRI hingga kuartal III-2019 membukukan laba bersih sebesar Rp 24,80 triliun, tumbuh 5,36% secara tahunan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 23,5 triliun.

Dari sisi penyaluran kredit, bank dengan kode saham BBRI tersebut menyalurkan kredit senilai Rp 903,14 triliun atau tumbuh 11,65%, lebih tinggi dari rata-rata industri perbankan sebesar 8,59%.




[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading