Utang Luar Negeri BUMN Meroket 35% dalam Setahun, Bahayakah?

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
17 December 2019 09:08
Utang Luar Negeri BUMN Meroket 35% dalam Setahun, Bahayakah?
Jakarta, CNBC Indonesia - Utang luar negeri BUMN Indonesia pada posisi Oktober 2019 tumbuh signifikan. Tingginya lonjakan utang luar negeri Indonesia disumbang oleh pertumbuhan utang BUMN non-keuangan.

Bank Indonesia (BI) kembali merilis statistik utang luar negeri Indonesia (SULNI) bulan Oktober 2019.

Berdasarkan data tersebut posisi utang luar negeri swasta pada Oktober tumbuh 10,5% (yoy). Pertumbuhan utang tersebut lebih banyak disumbang oleh utang BUMN.


BI mencatat utang luar negeri BUMN naik 35,4% (yoy) pada Oktober 2019. Tahun lalu utang luar negeri BUMN Indonesia bulan Oktober mencapai US$ 37,4 miliar.

Namun jumlah tersebut naik menjadi US$ 50,7 miliar. Dengan asumsi kurs Rp 14.000/US$ posisi utang BUMN pada Oktober 2019 mencapai Rp 700 triliun.

Utang luar negeri BUMN terbesar disumbang oleh BUMN non lembaga keuangan. Utang luar negeri BUMN non keuangan tahun lalu posisi Oktober tercatat mencapai US$ 27,8 miliar. Jumlah tersebut naik menjadi US$ 39,9 miliar pada Oktober tahun ini.

Utang luar negeri BUMN non-keuangan meroket 43% ketika utang luar negeri swasta non-keuangan hanya tumbuh 3% (yoy)

Utang luar negeri BUMN lain yang juga tercatat tumbuh tinggi adalah utang luar negeri Bank BUMN. Utang luar negeri Bank BUMN posisi Oktober 2018 mencapai US$ 5,86 miliar. Jumlah tersebut meningkat menjadi US$ 6,99 miliar.

Utang luar negeri Bank BUMN tumbuh 19% (yoy) ketika utang luar negeri bank swasta non-BUMN hanya tumbuh 4%.

Namun untuk setor lembaga keuangan non-bank, utang luar negeri BUMN tumbuh 3% lebih rendah dari pertumbuhan utang luar negeri swasta non-BUMN yang tumbuh mencapai 15%.

Berikut ini adalah ringkasan posisi utang luar negeri BUMN Indonesia dibanding swasta lain untuk periode Oktober 2018 dan 2019 :







TIM RISET CNBC INDONESIA



(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading