RUPSLB 22 Januari, Berapa Harga Saham Garuda di Akhir 2019?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
16 December 2019 07:22
RUPSLB 22 Januari, Berapa Harga Saham Garuda di Akhir 2019?
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten penerbangan BUMN, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) secara tahun berjalan hingga Jumat lalu (13/12/) atau year to date mampu menguat hingga 67,11% di level Rp 498/saham, dengan catatan beli bersih (net buy) investor asing pada periode tersebut mencapai Rp 102,74 miliar di semua pasar.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), penguatan tersebut membentuk kapitalisasi pasar GIAA hingga Jumat lalu mencapai Rp 12,89 triliun.

Secara sepekan, saham GIAA menguat 2,89%, sementara secara year to date saham Garuda melesat 67,11%, dan setahun terakhir juga melonjak 128,44%. Namun dalam sebulan terakhir saham Garuda minus 14,87%.



Dalam setahun terakhir, harga saham Garuda mencapai level tertinggi yakni Rp 630/saham pada 6 Maret silam, atau mulai mendekati harga saat tercatat pertama kali di BEI atau initial public offering (IPO) pada 11 Februari 2011 yakni Rp 750/saham.

Adapun level terendah harga saham GIAA disentuh pada 21 Desember 2018 yakni Rp 234/saham. Jumat pekan lalu, saham Garuda ditutup minus 0,40% di level Rp 498/saham.

Akankah harga saham Garuda bisa kembali lagi ke level IPO?


Sejak kasus penyelundupan sepeda motor Harley Davidson dan sepeda Brompton terkuat di publik pada 2 Desember silam, yang berujung pada pencopotan lima direksi Garuda termasuk Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, saham Garuda terus melorot.

Pada 2 Desember, saham GIAA bertengger di level Rp 540/saham atau level harga Jumat lalu itu sudah ambles 8%. 

Sementara jika dihitung sejak Menteri BUMN Erick Thohir menjabat pada 23 Oktober 2019, saat harga saham Garuda di level Rp 590/saham, maka saham Garuda sudah turun 16%.

"Saya melihat ada potensi penguatan harga saham Garuda di akhir tahun Rp 550/saham," kata Wawan Hendrayana, Head of Investment Research Infovesta Utama, kepada CNBC Indonesia, pekan lalu.

Dia mengatakan sentimen positif saham Garuda ialah penurunan harga minyak mentah dunia, yang bakal berimbas pada beban biaya atau cost Garuda. Hal ini mengingat beban terbesar Garuda salah satunya dari biaya fuel atau avtur.

Mengacu data ICE, harga minyak mentah jenis Brent, sudah berada di tren turun saat ini kisaran US$ 65/barel, dari September yang menyentuh US$ 69/barel. Minyak WTI, data Nymex mencatat juga mengalami tren turun di level US$ 60/barel, dari September US$ 62-US$63/barel.

Sentimen lain ialah bersih-bersih yang dilakukan Erick Thohir kepada BUMN, termasuk Garuda.

Setelah mencopot lima direksi Garuda, manajemen Garuda kini dipimpin direksi sementara.

Pekan lalu, Kementerian BUMN memperkenalkan direksi sementara Garuda sebelum pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 22 Januari 2020.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Garuda Indonesia Fuad Rizal memperkenalkan jajaran direksi sementara di kantor Kementerian BUMN.


"Sampai dengan RUPSLB akan ditentukan kementerian dan pemegang saham lainnya pengurus definitif. Apa yang harus diperhatikan ke depannya mungkin sekalian perkenalan satu-satu," Fuad, Kamis (12/12/2019).

Nama-nama direksi sementara tersebut antara lain:
  • Fuad Rizal sebagai Plt Direktur Utama
  • Pikri Ilham Kurniansyah sebagai Direktur Niaga
  • Tumpal Manumpak Hutapea sebagai Pejabat Direktur Operasi
  • Mukhtaris sebagai Direktur Teknik dan Layanan
  • Joseph Dajoe K. Tendean sebagai Pejabat Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha
  • Capt. Aryaperwira Adieksana sebagai Direktur Human Capital

5 Direktur Dipecat Erick, Ini Direksi Sementara GarudaFoto: Plt Dirut dan Komut Garuda akan menjelaskan tentang paska konsolidasi (CNBC Indonesia/Anisatul Umah)


Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir mencopot lima direksi Garuda yakni Direktur Utama Ari Askhara, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar, dan Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa.


Ini kata Erick soal eksploitasi pramugari

(tas/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading