Reksa Dana Ambles! Dari 10 Manajer Investasi, Siapa Terbaik?

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
12 December 2019 07:15
Kinerja reksa dana selama November 2019 terkoreksi cukup dalam.

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja reksa dana selama November 2019 terkoreksi cukup dalam seiring dengan performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga melorot 3,48% selama periode Oktober-November lalu.

Data Infovesta Utama mencatat, reksa dana saham menjadi jenis reksa dana yang terpapar paling dalam yakni minus 7,23%, disusul berikutnya reksa dana campuran minus 3,22%.

Adapun sepanjang tahan berjalan (year to date) kinerja reksa dana khususnya reksa dana saham ambles 11,44%, lebih dalam dari IHSG yang minus 2,95%.


Sementara itu, data menunjukkan total dana kelolaan reksa dana yang dikelola 89 manajer investasi menunjukkan angka sejumlah Rp 544,6 triliun pada November, turun Rp 8,6 triliun atau 1,56% dari data akhir Oktober Rp 553,21 triliun.

Sejak awal tahun, angka dana kelolaan (nilai aktiva bersih/NAB atau asset under management/AUM) masih tumbuh Rp 39,21 triliun atau 7,76% dari posisi akhir 2018.





Dana kelolaan tersebut di luar dari dana kelolaan kontrak pengelolaan dana nasabah individual (KPD atau PDNI) dan produk investasi alternatif lain seperti reksa dana penyertaan terbatas (RDPT), efek beragun aset (EBA), dana investasi real estat (DIRE), dan dana investasi infrastruktur (Dinfra).

Berikut 10 perusahaan manajer investasi dengan nilai AUM terbesar hingga November 2019:





Data mencatat, nana kelolaan paling besar PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Rp 45,85 triliun, disusul PT Mandiri Manajemen Investasi Rp 43,80 triliun, dan PT Bahana TCW Investment Management Rp 42,22 triliun.

Meskipun dana kelolaan turun secara bulanan, unit penyertaan dari reksa dana kelolaan manajer investasi tersebut menjadi 431,94 unit atau naik 14,98 miliar unit yang setara 3,59% pada November dari unit penyertaan reksa dana pada akhir bulan sebelumnya 373,72 miliar unit. Angka tersebut juga tumbuh 58,22 miliar unit yang setara 15,58% dari posisi akhir 2018 yaitu 373,72 miliar unit.

[Gambas:Video CNBC]




TIM RISET CNBC INDONESIA


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading