Kesepakatan Dagang Samar-samar, Bursa saham China Melemah

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
20 November 2019 09:00
Kesepakatan Dagang Samar-samar, Bursa saham China Melemah

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham China dan Hong Kong melaju di zona merah pada perdagangan ketiga di pekan ini, Rabu (20/11/2019).

Hingga berita ini diturunkan, indeks Shanghai melemah 0,19% ke level 2.927,79, sementara indeks Hang Seng jatuh 0,79% ke level 26.880,87.

Memudarnya optimisme bahwa AS dan China akan segera meneken kesepakatan dagang tahap satu menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa saham China dan Hong Kong. Kini, prospek ditekennya kesepakatan dagang tahap satu yang begitu dinanti-nantikan oleh pelaku pasar menjadi berwarna abu-abu.


CNBC International melaporkan bahwa pejabat pemerintahan China kini pesimistis terkait prospek kesepakatan dagang tahap satu. Penyebabnya, China dibuat kesal dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS belum menyepakati penghapusan bea masuk tambahan yang sebelumnya dibebankan terhadap produk impor asal China. Padahal, pihak China menganggap bahwa mereka telah mencapai kesepakatan terkait dengan hal tersebut dengan AS.

Pemberitaan tersebut lantas membuat mood pelaku pasar menjadi kurang mengenakan. Untuk diketahui, sebelumnya ada perkembangan yang positif terkait negosiasi dagang AS-China.

Menurut kantor berita Xinhua, Wakil Perdana Menteri China Liu He menggelar perbincangan via sambungan telepon dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer pada akhir pekan kemarin terkait dengan kesepakatan dagang tahap satu, seperti dilansir dari CNBC International.

Xinhua melaporkan bahwa kedua belah pihak mengadakan diskusi yang konstruktif terkait dengan kekhawatiran di bidang perdagangan yang dimiliki masing-masing pihak. Kedua pihak disebut setuju untuk tetap berdialog secara intens. Xinhua juga melaporkan bahwa pembicaraan via sambungan telepon antar negosiator dagang tingkat tinggi dari AS dan China tersebut merupakan permintaan dari pihak AS.

Sejauh ini, bea masuk tambahan yang dikenakan oleh masing-masing negara terbukti sudah menghantam perekonomiannya masing-masing. Belum lama ini, pembacaan awal untuk angka pertumbuhan ekonomi AS periode kuartal III-2019 diumumkan di level 1,9% (QoQ annualized), jauh melambat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu (kuartal III-2018) yang mencapai 3,4%.

Beralih ke China, belum lama ini Beijing mengumumkan bahwa perekonomiannya hanya tumbuh di level 6% secara tahunan pada kuartal III-2019, lebih rendah dari konsensus yang sebesar 6,1%, seperti dilansir dari Trading Economics. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2019 juga lebih rendah dibandingkan capaian pada kuartal II-2019 yang sebesar 6,2%.

Lebih lanjut, situasi di Hong Kong yang masih panas ikut menjadi sentimen negatif bagi bursa saham China dan Hong Kong. Pada hari ini, para demonstran menyuarakan untuk kembali menggelar demonstrasi, dengan beberapa demonstran menyarankan pemblokiran jalan.

Untuk diketahui, aksi demonstrasi yang sudah terjadi selama berbulan-bulan di Hong Kong telah membuatnya memasuki periode resesi.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading