Bunga Rendah, Penerbitan Obligasi Bisa Capai Rp 158 T di 2020

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
19 November 2019 18:07
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memprediksi penerbitan obligasi korporasi di tahun depan akan meningkat 17%.

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memprediksi penerbitan obligasi korporasi di tahun depan akan meningkat 17% menjadi Rp 158,5 triliun dari proyeksi sepanjang tahun ini sebesar Rp 135,2 triliun. Katalis pendorong ramainya penerbitan instrumen surat ini adalah tren penurunan suku bunga acuan.

Ekonom Pefindo Fikri C Permana menilai, sepanjang tahun berjalan saja, otoritas moneter yakni Bank Indonesia sudah melonggarkan suku bunga acuan sebanyak 100 basis poin (bps) menjadi 5%.

Tentu, ini jadi katalis positif, sebab akan mendorong penurunan biaya dana atau cost of fund domestik dari penerbit obligasi.


Fikri menyebut, di tahun depan, BI masih punya ruang menurunkan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebanyak 50 basis poin lagi.

"Tahun ini kami memproyeksikan Rp 135,2 triliun. Tahun depan Rp 158,5 triliun," kata Fikri C Permana, di kantor Pefindo, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Katalis positif lainnya, yang mendorong kian ramai penerbitan obligasi korporasi adalah adanya surat utang jatuh tempo yang lebih besar ketimbang di tahun 2019.

Pefindo mencatat, setidaknya nilai utang jatuh tempo mencapai Rp 126,4 triliun sepanjang tahun 2020. Bertepatan dengan momentum bunga rendah, obligasi bisa menjadi pilihan kala likuiditas perbankan kian mengetat.


"Ketiga banyak pilihan surat utang korporasi, selain obligasi, sukuk dan Medium Term Notes (MTN), ada instrumen yang diterbitkan dan dicari investor sekarang, yaitu green bonds," jelasnya lagi.

Namun, Fikri mencatat, masih ada sejumlah tantangan yang membayangi, di antaranya bersumber dari kondisi geopolitik seiring belum pastinya perundingan dagang antara AS dan China.

Di sisi lain, tahun depan, AS juga akan menghadapi pemilu dan tren melambatnya perekonomian global.

Sebagai catatan, hingga 31 Oktober 2019, nilai penerbitan obligasi korporasi mencapai Rp 116,25 triliun. Nilai terbesar dari penerbitan itu memang masih didominasi oleh tiga sektor, di antaranya adalah finansial senilai Rp 47,84 triliun dan perbankan Rp 20,45 triliun. Sedangkan sektor energi menyumbang Rp 11,02 triliun.

Hingga akhir tahun, Pefindo masih mengantongi mandat penerbitan obligasi korporasi senilai Rp 18,28 triliun dari 21 perusahaan, namun belum bisa dipastikan waktu penerbitannya apakah di tahun ini atau awal tahun depan.

Simak rebalancing portofolio MI


[Gambas:Video CNBC]

 


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading