Isu Negatif Perlahan Pudar, Saham Bank BUMN Kembali Dikoleksi

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
18 November 2019 17:23
Isu Negatif Perlahan Pudar, Saham Bank BUMN Kembali Dikoleksi
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mayoritas bergerak ke utara pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (18/11/2019). Selain itu penanam modal asing juga terlihat mengkoleksi saham bank pelat merah.

Harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) membukukan kenaikan tertinggi dengan melesat 1,82% ke level Rp 1.955/saham, di mana investor asing juga mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 4,52 miliar.

Disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 0,73% menjadi Rp 4.120/saham dengan perolehan net buy Rp 80,77 miliar.


Sedangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) meskipun harga sahamnya naik 0,36% ke Rp 6.975/saham, tetapi penanam modal asing justru membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 28,83 miliar.

Lalu, hanya harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang tercatat melemah 0,34% menjadi Rp 7.425/saham, den menorehkan net buy sebesar Rp 9,58 miliar.




Pelaku pasar mulai kembali mengkoleksi saham bank pelat merah setelah sepanjang pekan lalu keempat saham BUMN tersebut diterpa isu negatif terkait rencananya penyelamatan Bank Muamalat.

Hal ini terutama mengingat bahwa Menteri BUMN Erick Thohir dengan tegas menampik peran bank BUMN untuk menyelamatkan bank syariah pertama Indonesia tersebut.

"Bukan saya, itu kan enggak ada hubungannya sama BUMN. Bank Muamalat kan bukan BUMN," tegas Erick di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Memang benar bahwa sebenarnya Bank Muamalat tidak dimiliki oleh pemerintah. Melansir laporan keuangan semester I-2019, pemegang saham mayoritas Bank Muamalat adalah Islamic Development Bank (32,74%), Bank Boubyan (22%), dan Atwill Holdings Limited (17,91%).

Lebih lanjut, sentimen lainnya adalah imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada industri perbankan untuk tidak menaikkan suku bunga kredit, karena biaya dana sudah mulai turun.

"Suku bunga deposito sudah mulai turun dan kami imbau perbankan untuk tidak menaikkan suku bunga kredit," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Raker bersama Komisi XI, Senin (18/11/2019).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meminta pemimpin industri perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit.

".. saya mengajak untuk memikirkan secara serius untuk menurunkan suku bunga kredit," ujar Jokowi saat perhelatan Indonesia Banking Expo 2019, Rabu (6/11/2019).

"Ini saya tunggu," tegas Jokowi.



Jika industri perbankan mengikuti himbauan OJK dan bahkan melaksanakan perintah Presiden Jokowi maka permintaan kredit diestimasi akan meningkat, baik itu kredit modal kerja atau pun kredit konsumsi.

Peningkatan kredit diharapkan dapat membantu mendorong laju perekonomian Indonesia yang saat ini bergerak cukup stagnan.

[Gambas:Video CNBC]


(dwa/dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading