Inovasi di Produk Kredit, Ini Strategi Bukopin Genjot Laba

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
15 November 2019 21:35
Inovasi di Produk Kredit, Ini Strategi Bukopin Genjot Laba
Bandung, CNBC Indonesia- PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) fokus pada pengembangan produk unik, dan tidak dimiliki bank lain pada umumnya. Biasanya kredit yang disalurkan oleh bank berupa modal kerja ataupun investasi, namun Bukopin mengembangkan produk baru.

Direktur Utama Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengatakan ada empat produk unggulan terbaru yang bisa menjadi tumpuan perusahaan di masa mendatang. Menurut dia produk ini berupa modal kerja, namun dengan skema dana talangan. Dengan begitu diharapkan bisa meminimalisir side streaming yang berpotensi menciptakan gagal bayar.

"Untuk itu kami mitigasi dengan membuat produk yang spesifik," kata Eko, Jumat (15/11/2019).



Keempat produk tersebut yakni Flexy bill yang menyasar korporasi, dengan menyediakan dana talangan listrik. Kemudian Flexy gas, hampir sama dengan Flexy Bill, produk ini menyasar industri yang menggunakan gas secara masif, agar bisa melakukan investasi di sektor lainnya. Eko mengklaim belum ada bank lain yang memiliki kedua produk tersebut.

Selain itu adapun Flexy Health untuk memberikan dana talangan rumah sakit yang tertunda oleh BPJS Kesehatan. Selanjutnya adalah invoice financing, berupa dana talangan untuk perusahaan dengan rating AA+ ke atas.

Ke depannya menurut Eko produk-produk ini akan menjadi unggulan, apalagi hingga Oktober 2019 portofolio produk tersebut mencapai Rp 1,2 triliun. Perusahaan pun mendapat fee based income 1,1% per bulan

Angka ini melebihi target dari pertama produk ini diluncurkan yakni Rp 1 triliun. Bukopin menargetkan produk-produk ini bisa menyentuh Rp 3 triliun tahun depan.

"Pembayaran listrik perbulan PLN saja Rp 20 triliun, dalam tiga bulan berarti Rp 60 triliun, saat ini kami flexy bill PLN Rp 600 miliar, masih 1%. Kalau mau ambil 10% bisa Rp 6 triliun, setelah kami nyaman," kata Eko.



Ke depannya, perusahaan juga mengincar kredit di sektor kesehatan yakni oksigen. Menurutnya pasar oksigen sangat besar terutama di Indonesia, sehingga akan cukup menjanjikan.

"Kami sedang approach dana talangan pembiayaan oksigen. Oksigen ini market nya besar, kalau Bank luar negeri targetnya di Indonesia biasanya ada dua health care dan pendidikan," katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading