BUMN: Due Diligence 8 Investor Jiwasaraya Rampung Desember

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 November 2019 20:50
Kementerian BUMN menargetkan proses uji tuntas dengan 8 investor asing untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya akan rampung Desember tahun ini.
Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian BUMN menargetkan proses uji tuntas (due diligence) dengan 8 investor asing untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya akan rampung Desember tahun ini.

Deputi Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo menyatakan, Kementerian akan memilih perusahaan dengan penawaran terbaik.

"Kita tunggu saja hasil penawaran mereka dan semoga bisa beres di Desember," kata Gatot Trihargo, Kamis (14/11/2019) di Jakarta.


Seperti diketahui, manajemen Jiwasraya terus berusaha meningkatkan likuiditas dengan membentuk anak usaha baru PT Jiwasraya Putra yang bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Telkomsel.



Nantinya, kata Gatot, keempat BUMN tersebut tidak perlu lagi menyuntik dana kepada Jiwasraya, melainkan hanya membuka basis pengguna dan distribusi layanan.

Dengan demikian, BUMN yang bergabung dengan investor baru, nantinya memperoleh benefit melalui mulai dari diversifikasi bisnis, dividen hingga fee base income sehngga menciptakan nilai tambah baru,

"4 BUMN yang sudah masuk tadi itu tidak menyetor uang ya. Mereka hanya buka customer base dan distribution channels yang akan dimanfaatkan Jiwasraya Putra untuk jual produknya," ucap Gatot.

Pada kesempatan sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyatakan perlu ada terobosan baru untuk menyelamatkan perusahaan asuransi pelat merah tersebut. Salah satunya dengan mengundang investor asing. Namun, Kartika belum bisa membeberkan berapa potensi investasi yang bisa dikucurkan 8 investor asing tersebut.



"[Target] belum tahu karena masih due diligence dengan 8 investor. Semuanya investor asing," kata Kartika di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu menyebut, Kementerian BUMN juga masih terus mengkaji berbagai opsi yang bisa ditempuh dan terus berkoordinasi dengan OJK dan Kementerian Keuangan. "Karena sizenya besar dan memang ini kerugian yang terakumulasi bertahun-tahun," kata dia.

[Gambas:Video CNBC]




(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading