Nego Dagang AS-China Buntu, Wall Street Dibuka Memerah

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
13 November 2019 21:59
Nego Dagang AS-China Buntu, Wall Street Dibuka Memerah

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) terpeleset pada pembukaan Rabu (13/11/2019) setelah investor dihadapkan pada kenyataan bahwa prospek negosiasi dagang AS-China kian buram.

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 52 poin (-0,2%) pada pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB), dan sedikit membaik menjadi 49,6 poin (-0,18%) ke 27.641,87 selang 30 menit kemudian. Indeks Nasdaq turun 26,7 poin (-0,32%) ke 8.459,42 sementara indeks S&P 500 susut 6,57 poin (-0,21%) ke 3.085,67.

Mengutip sumber anonim, The Wall Street Journal pada Selasa malam melaporkan bahwa terjadi kebuntuan mengenai apakah AS harus mencabut tarif yang sekarang berlaku atau hanya menunda tarif tambahan yang baru dikenakan pada 15 Desember.

Laporan tersebut dirilis setelah Presiden AS Donald Trump di forum the Economic Club di New York mengatakan bahwa China "ngebet" untuk meneken kesepakatan dagang. Namun, dia tak memberikan detil mengenai pembicaraan yang sedang berlangsung.

Pelaku pasar menanti pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang akan berbicara di Komite Ekonomi Gabungan Kongres. Dalam pernyataan sebelumnya, Powell mengatakan bahwa suku bunga acuan tak akan banyak diubah selama ekonomi AS masih tumbuh.

"Kami melihat posisi kebijakan moneter saat ini masih akan mendukung selama informasi yang masuk seputar ekonomi secara umum masih konsisten dengan perkiraan kami yakni bertumbuh moderat, pasar tenaga kerja kuat, dan inflation mendekati target plus-minus 2%," tuturnya.

Namun, Powell mewaspadai tantangan inflasi dan efek pelemahan ekonomi dari luar negeri. Sejauh ini, The Fed telah memangkas suku bunga acuannya untuk ketiga kali pada Oktober.

"Dalam testimoni di kongres, Powell akan memberitahu bahwa ekonomi AS masih bagus meski menurutnya belum bisa menolerir Fed Funds Rate di atas 1,75%," ujar Peter Boockvar, Chief Investment Officer Bleakley Advisory Group, dalam laporan risetnya, sebagaimana dikutip CNBC International.

Dari sisi fundamental, data indeks harga konsumen AS menguat melampaui ekspektasi pada Oktober yakni sebesar 0,4%. Angka ini lebih tinggi dari hasil polling ekonom oleh Reuters yang memperkirakan angka 0,3%.

TIM RISET CNBC INDONESIA





(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading