Internasional

Pasar Khawatir Deal Perang Dagang Batal Terus, Ini Alasannya!

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
07 November 2019 14:19
Pasar AS khawatir dengan terus ditundanya perjanjian damai fase satu perang dagang Foto: Pertemuan G-20 Trump-Xi (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping untuk menandatangani kesepakatan dagang 'fase satu', para pelaku pasar di seluruh dunia terutama di Wall Street memfokuskan diri pada kapan dan di mana penandatanganan itu akan dilakukan.

Oleh karenanya, tidak mengherankan jika aksi jual terjadi di pasar saham pada hari Rabu (6/11/2019), saat Reuters mengabarkan bahwa penandatanganan kesepakatan 'fase satu' itu mungkin akan ditunda hingga Desember.


Awalnya, penandatanganan pertemuan kedua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu dijadwalkan dilakukan di pertemuan puncak para pemimpin Asia-Pasifik pada pertengahan November di Chili. Namun, pertemuan itu telah dibatalkan.

Reuters juga mengabarkan bahwa lokasi penandatangan kemungkinan adalah di London, Inggris. Sementara itu, CNBC International melaporkan bahwa pertemuan kemungkinan akan diadakan di Iowa sesuai saran pemerintahan Trump atau di Alaska dan di Hawaii seperti yang diusulkan China.

Direktur Operasi Bursa New York (NYSE) UBS Art Cashin pun mengatakan bahwa pasar jelas membutuhkan dukungan (booster shot) untuk dapat terus naik.

"Kami pada dasarnya menggunakan kabar baik, dan saat ini kami membutuhkan booster shot. Kami membutuhkan beberapa berita untuk membuat kami terus maju," katanya dikutip dari CNBC International, Kamis (7/11/2019).


Sementara itu, kepala strategi pasar di National Securities Art Hogan mengatakan bahwa ditandatanganinya kesepakatan fase satu oleh kedua negara jelas akan mampu membuat pasar tenang.

"Setelah Anda menemukan lokasi, Anda menentukan tanggalnya. Banyak hal ditandatangani, dan kita melangkah ke depan. Ini akan menghilangkan banyak hambatan," katanya.

Dikatakannya kini pasar menunggu realisasi penandatanganan perjanjian damai untuk menghentikan eskalasi kenaikan tarif dan efek yang diakibatkan kebijakan itu.

"Jika eskalasi di stop, ini akan memberikan kepastian kembali pada ekonomi dan kita bisa kembali melakukan belanja modal yang selama sudah terunda (karena perang dagang) 18 bulan terakhir," jelasnya.

Keduanya mengatakan pada intinya bukan di mana lokasi perjanjian yang penting bagi pasar. Namun kapan waktu pastinya adalah kunci untuk menekan dampak buruk yang terus terjadi karena ketegangan kedua negara.

Isu mengenai mundurnya kesepakatan hingga Desember cukup menjadi perhatian pasar, lantaran AS telah menjadwalkan untuk menerapkan tarif baru pada barang-barang China pada 15 Desember nanti.

Apabila kesepakatan fase satu ini saja belum juga ditandatangani hingga hari itu, maka besar kemungkinan kenaikan tarif barang China di Desember tetap akan terjadi.

Sebelumnya, kenaikan tarif Desember ini akan diberlakukan AS pada US$ 156 miliar barang China. Aturan ini akan dikenakan pada barang-barang seperti ponsel, komputer laptop, dan mainan.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Perang Dagang: AS-China Harus Baikan, Kalau Tidak Bahaya


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading