Perhatian! Sebelum Beli Emas Hari Ini, Baca Ini Dulu...

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
06 November 2019 10:05
Perhatian! Sebelum Beli Emas Hari Ini, Baca Ini Dulu...
Jakarta, CNBC Indonesia - Saat ini harga emas dunia sudah jeblok dan kembali ke bawah level psikologis US$ 1.500/troy ounce (oz). Tekanan dari sentimen positif perundingan dagang Amerika Serikat (AS)-China yang juga menguatkan nilai tukar dolar AS sukses membalikkan harga emas dunia ke bawah garis maya tersebut.

Namun, jangan lupa bahwa kemesraan AS yang sempat terjadi dengan seteru abadinya, dalam hal ini Korea Utara, juga tidak bertahan lama bahkan tidak ada bekasnya lagi.

"Saya akan berhati-hati terhadap perundingan dagang ini. Hal ini mengingatkan saya terhadap diskusi AS-Korut. Banyak perundingan, tetapi tidak ada yang benar-benar nyata [hasilnya]," ujar Rainer Michael Preiss dari Taurus Wealth Advisors, kutip The Business Times hari ini (6/11/19).


Dia menilai secara pribadi, layaknya perundingan dengan Korut, pembicaraan dengan China lebih bersifat perang dingin saja daripada menjadi sebuah sengketa dagang.

Pernyataan Preiss mengindikasikan saran bagi pelaku pasar keuangan agar jangan terlalu berharap banyak pada perundingan dagang Beijing-Washington DC, dan masih memberikan secercah harapan bagi kenaikan harga emas.

Positifnya pasar membuat nilai tukar dolar AS menguat sehingga menambah tingkat kemahalan emas bagi mata uang lain karena emas dibanderol dengan mata uang greenback, nama lain dolar AS.

Penguatan dolar AS ditunjukkan oleh penguatan terhadap enam mata uang utama dunia kemarin (5/11/19) yang tercermin dari Dollar Index menjadi 97,9 dari posisi 97,6 pada hari sebelumnya.

Dollar Index dijadikan tolak ukur kekuatan dolar AS terhadap mata uang lainnya, yang dibentuk dari posisi greenback, sebutan lain dolar AS, terhadap enam mata uang yakni euro, yen, poundsterling, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

Kemarin, harga logam mulia ini sudah tersungkur di bawah level psikologis US$ 1.500 per troy ounce (oz), tepatnya hingga US$ 1.484/oz, turun 1,67% dari US$ 1.509/oz pada hari sebelumnya. Hari ini, harga emas di pasar spot masih naik sebesar 0,17% menjadi US$ 1.486/oz.



Jatuhnya harga emas dunia kemarin turut membuat harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di pasar domestik jeblok Rp 8.000 (1,13%) hingga tinggal menjadi Rp 701.000 per gram, dari Rp 709.000 per gram kemarin. Persentase koreksi harga emas ritel itu merupakan yang terbesar sejak 1 Oktober.

Kamis lalu, World Gold Council mempublikasikan data total pembelian emas pada kuartal III-2019 naik 3% dari setahun sebelumnya karena meningkatnya aktivitas beli reksa dana yang dapat ditransaksikan di bursa (exchange traded fund/ETF) berbasis emas yang melampaui angka konsumsi perhiasan yang melemah.


TIM RISET CNBC INDONESIA (irv/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading