Bukan Cuma Melemah, Rupiah Kini Terlemah di Asia!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
01 November 2019 12:37
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih saja melemah di perdagangan pasar spot hingga tengah hari ini. Faktor domestik kemungkinan menjadi pemberat langkah rupiah.

Pada Jumat (1/11/2019) pukul 12:14 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 14.055. Rupiah melemah 0,16% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Kala pembukaan pasar, rupiah masih melemah tetapi 'hanya' 0,06%. Selepas itu, pelemahan rupiah semakin dalam dan dolar AS leluasa menjelajahi kisaran Rp 14.000.



Sebelum pembukaan pasar spot, langkah rupiah sudah penuh tantangan karena ada data Purchasing Managers' Index (PMI). Data ini adalah salah satu leading indicator penting yang bisa menjadi gambaran prospek ekonomi ke depan.

Pada 07:30 WIB, IHS Markit mengumumkan bahwa PMI manufaktur Indonesia berada di 47,7 pada Oktober. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 49,1 dan menjadi angka terendah setidaknya sejak 2016.

 

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Apabila di bawah 50, berarti dunia usaha sedang tidak melakukan ekspansi, yang ada malah kontraksi. Malangnya, PMI Indonesia sudah berada di bawah 50 dalam empat bulan terakhir.

Kelesuan dunia usaha ini kemungkinan membuat data inflasi menjadi hambar. Padahal inflasi Oktober lebih rendah dari ekspektasi pasar.


Pada Oktober, terjadi inflasi 0,02% secara bulanan (month-on-month/MoM). Sementara inflasi tahunan (year-on-year/YoY) berada di 3,13% dan inflasi inti tahunan adalah 3,2%.

Realisasi ini lebih rendah ketimbang ekspektasi pasar. Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan inflasi bulan sebesar 0,12%, tahunan 3,23%, dan inti tahunan 3,3%.


Aura Damai Dagang Merebak
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading