Bunga Bank Turun, RD Pendapatan Tetap Lebih Menjanjikan

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
30 October 2019 12:04
Bunga Bank Turun, RD Pendapatan Tetap Lebih Menjanjikan
Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan pelaku pasar menilai reksa dana dinilai masih menjadi instrumen yang menarik sebagai tempat investasi jangka panjang. Tren Bank Indonesia (BI) memotong suku bunga acuan membuat pemodal enggan menahan uang di perbankan.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menuturkan, kala suku bunga acuan dalam tren menurun, reksa dana pendapatan tetap akan diuntungkan.

Data Panin Asset Management per 29 Oktober menunjukkan, imbal hasil instrumen ini cukup bervariasi, mulai dari 8% hingga 11%.


"Reksa dana pendapatan tetap (RDPT) akan diuntungkan dengan penurunan 4 kali penurunan suku bunga acuan. Kalau suku bunga turun idealnya RDPT akan naik," ungkap Rudiyanto, Rabu (30/10/2019).

Berbeda halnya dengan investasi di reksa dana saham yang masih mencatatkan kinerja negatif rata-rata di kisaran 0,35% hingga minus 3,15%. Secara year to date, Indeks Harga Saham Gabungan mulai berbalik menguat 1,62% dari sebelumnya masih negatif.

"Reksa dana saham memang volatil, kebanyakan imbal hasilnya masih lebih rendah dari IHSG," kata dia menambahkan.

Wajar kata dia, hal ini terjadi. Sebab dalam dua tahun terakhir, biasanya imbal hasil saham berkapitalisasi besar (big caps) selalu melebihi imbal hasil IHSG, tapi sekarang siklus tersebut mulai berakhir.

Musababnya, kinerja sektor unggulan tersebut secara fundamental kinerjanya biasa-biasa saja, bahkan ada yang negatif.

Dalam risetnya, Panin mereview dari sisi laporan keuangan emiten sepanjang semester I-2019, dari situ terlihat secara penjualan rata-rata tumbuh 6%, tapi laba bersih stagnan 0,8%.

"Sektor perbankan konsumer dan finance laba bersihnya cukup baik, tapi sektor tambang, CPO, penjualan mobil dan sektor properti negatif," kata dia menambahkan.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading