Drama Brexit Berlanjut, Straits Times Berani ke Zona Hijau

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
21 October 2019 08:47
Drama Brexit Berlanjut, Straits Times Berani ke Zona Hijau
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham utama Negeri Singa mengawali perdagangan pekan ini (21/10/2019) dengan dibuka melemah terbatas. Namun, tak lama berselang, indeks Straits Times sudah anteng di zona hijau.

Indeks Straits Times dibuka terkoreksi 0,01% ke level 3.113,71 poin, tetapi pada pukul 08:10 WIB berhasil menguat 0,29% menjadi 3.123,3 poin.

Data pasar menunjukkan dari 30 saham yang menghuni indeks acuan bursa saham Singapura tersebut, 19 saham yang mencatatkan kenaikan harga, 8 saham melemah, dan 3 saham tidak mencatatkan perubahan harga.


Pelaku pasar tampaknya sempat khawatir terkait proses perceraian Inggris dengan Uni Eropa alias Brexit.

Akhir pekan lalu, Presiden Komite Uni Eropa (EUCO) Jean Claude Juncker mengumumkan bahwa Uni Eropa dan Negeri Ratu Elizabeth telah mencapai kesepakatan. Kabar positif itu disampaikan oleh Juncker dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam akun Twitter pribadi masing-masing. Informasi ini juga memantik aksi beli menjelang penutupan perdagangan.

"Jika ada keinginan pasti ada kesepakatan- Kita sudah dapatkan itu! Ini adalah kesepakatan yang adil dan seimbang untuk UE dan Inggris dan ini adalah sebuah perjanjian dari komitmen kami untuk menemukan solusi," tulis Juncker.

Namun, keadaan langsung berbalik pada hari Sabtu (19/10/2019) tatkala parlemen Inggris menolak untuk melakukan pemungutan suara terhadap kesepakatan Brexit tersebut dan justru menggolkan amandemen yang mengharuskan pemerintah Inggris untuk meminta tenggat waktu Brexit dimundurkan dari yang saat ini 31 Oktober 2019.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah Inggris dikabarkan telah kembali meminta perpanjangan batas waktu Brexit. Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk mengatakan telah menerima permintaan tersebut dan akan mulai berbincang dengan pimpinan negara-negara Uni Eropa.

Sebelumnya Brexit telah ditunda sebanyak dua kali pada masa pemerintahan PM Theresa May. Dikhawatirkan, tak akan ada lagi perpanjangan yang diberikan kepada Inggris.

Meskipun demikian, beberapa analis menyampaikan bahwa kemungkinan Brexit hard landing alias tidak ada kesepakatan, sangat minim.

"Tampaknya peluang Brexit tanpa kesepakatan sangat tipis, dan kemungkinan antara penundaan Brexit lainnya atau ratifikasi perjanjian penarikan diri yang baru di parlemen Inggris akan terjadi minggu ini," ujar ahli strategi valas dari Commonwealth Bank of Australia dalam sebuah catatan, dikutip dari CNBC International.

Pada hari ini tidak ada rilis data ekonomi dari Negeri Singa.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading