Ini Deretan Saham Paling Kuat dan Loyo Sepekan

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
19 October 2019 20:45
Ini Deretan Saham Paling Kuat dan Loyo Sepekan
Jakarta, CNBC Indonesia - Sepekan kemarin, penguatan saham terbesar dibukukan saham PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) yaitu sebesar 32,65% dan yang terendah dialami saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) 25%. Penguatan saham tersebut mendorong laju kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak terhalangi setiap harinya sejak akhir pekan lalu.

Dari sisi penguatan, secara berurutan saham yang paling menguat di bawah PURE adalah PT Steel Pipie Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), PT Mahaka Media Tbk (ABBA), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Selanjutnya ada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Global Mediacom Tbk (BMTR), PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI), dan PT Panin Financial Tbk (PNLF).


Penguatan CPIN dan JPFA yang merupakan produsen daging unggas didorong oleh kenaikan harga ayam yang terdongkrak menjadi Rp 39.000/kg dari level terendah awal September yang mencapai Rp 9.000/kg. Penurunan sebelumnya terjadi dari kisaran Rp 19.000/kg yang disebabkan oleh kelebihan pasokan dan kenaikan ongkos produksi akibat naiknya harga jagung sebagai bahan baku utama pakan.

Kenaikan harga ayam terakhir dipicu kebijakan pemerintah yang memperpanjang kebijakan penarikan hatchery egg (HE) atau telur tetas ayam pedaging siap potong (final stock/FS) hingga awal Oktober.

Kebijakan itu juga rencananya akan disusul dengan peraturan menteri perdagangan (Permendag) baru yang akan menaikkan batas bawah harga telur dan daging ayam. Dalam Permendag lama, harga batas bawah telur Rp 17.000/kg dan batas bawah ayam Rp 19.000/kg, dan rencananya akan dinaikkan dalam Permendag baru masing-masing menjadi Rp 18.000/kg dan Rp 20.000/kg.

Selain itu, permintaan kertas China yang naik dan mendongkrak harganya di pasar global memberikan sentimen positif kepada produsen kertas, salah satunya perusahaan milik Asia Pulp & Paper (APP) yang masuk Grup Sinar Mas yaitu Indah Kiat.

Lonjakan hebat juga dialami saham distributor telepon seluler (ponsel) ERAA yang diuntungkan dari pengumuman kebijakan pemerintah yang akan memblokir ponsel pasar gelap melalui IMEI, Jumat kemarin. Alhasil, saham emiten meroket 10,91% dalam 1 hari perdagangan menjelang tutup pekan.







Di deretan saham unggulan (blue chips) penguatan saham PT Indosat Tbk (ISAT) diangkat penjualan sebanyak 3.100 menara telekomunikasi (base transceiver station/BTS) hingga menelurkan dana segar Rp 6,3 triliun bagi perusahana yang dimiliki Ooredoo asal Qatar tersebut. Penguatan harga saham ISAT membuatnya memuncaki klasemen di antara blue chips lain.

Dari deretan 10 saham blue chips yang paling terkoreksi, muncul nama Antam yang terbebani sentimen pelemahan harga emas dunia dan akhirnya membuat harga emas logam mulia yang mereka produksi kembali ke level akhir pekan lalu.

Penurunan harga emas global disebabkan oleh semakin ademnya perang dagang yang membuat instrumen yang dianggap lebih aman tersebut dilepas dan membuat harganya turun dan belum mampu kembali ke atas level psikologis US$ 1.500 per troy ounce.

 



TIM RISET CNBC INDONESIA

(irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading