AS-China Rupanya Belum Deal, Harga Minyak Terkoreksi

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
15 October 2019 10:48
AS-China Rupanya Belum Deal, Harga Minyak Terkoreksi
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah dunia kembali terkoreksi menyusul adanya keraguan terhadap kesepakatan negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Harga minyak mentah kontrak berjangka jenis Brent melemah 0,6% ke level US$ 58,96/barel. Harga minyak mentah kontrak berjangka jenis Light Sweet juga melemah 0,49% ke level US$ 53,33/barel. Harga minyak kembali mengalami tren koreksi sejak 11 September 2019.




Harga minyak mentah global mengalami pelemahan setelah ada keraguan yang meliputi negosiasi dagang AS-China di Washington DC Jumat pekan kemarin. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS dan China telah membuat kemajuan yang substansial.

Namun ada pertanyaan besar yang muncul. Memangnya apa saja hasil kesepakatan dari pertemuan kemarin? Sejauh ini kemajuan yang dibuat berupa janji penundaan tarif yang akan dikenakan 15 Oktober ini oleh AS dan pembelian produk pertanian AS oleh China sebesar US$ 40 miliar - US$ 50 miliar.

Namun, poin yang ditekankan Trump berupa reformasi kebijakan industri, subsidi dan juga devaluasi mata uang Yuan belum sampai pada kata sepakar. Ditambah China meminta diskusi lanjutan dengan AS sebelum menandatangani kesepakatan tersebut.

Sontak hal itu membuat optimisme bahwa ekonomi global akan pulih memudar. Perang dagang AS-China yang berlangsung kurang lebih dalam 15 bulan terakhir membuat aktivitas impor dari China terkontraksi.

Kemarin rilis data impor China bulan September menunjukkan adanya kontraksi. Impor China merosot 8,5% dari tahun sebelumnya menjadi US$ 178,47 miliar pada September 2019. Turun lebih rendah dibandingkan dengan konsensus pasar yang hanya memperkirakan turun sebesar 5,2% saja setelah penurunan 5,6% pada Agustus. Ini adalah penurunan impor tahunan lima kali berturut-turut.

Wajar saja kalau optimisme jadi memudar dan membuat harga minyak jatuh karena ada kekhawatiran permintaan minyak akan menurun lantaran China sebagai negara importir minyak terbesar dunia. Belum lagi masih ada hantu oversuplai atau kelebihan pasokan minyak mentah yang membayangi dunia.



(TIM RISET CNBC INDONESIA) (twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading