OPEC Pangkas Produksi, Harga Minyak Melesat

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
11 October 2019 10:09
Sementara itu, jenis minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) CLc1 berjangka naik 25 sen atau 0,47% menjadi $ 53,8/barel.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah dunia merangkak naik pada Jumat pagi ini seiring kabar OPEC akan kembali memangkas produksi minyak serta negosiasi dagang Amerika Serikat (AS)-China yang berjalan mulus.

Harga minyak mentah berjangka jenis Brent, LCOc1 berada pada level US$ 59,37/barel pada 00.34 GMT naik 27 sen atau 0,46%, dari perdagangan sebelumnya. Harga minyak Brent naik 1,3% di level US$ 59,10 per barel pada hari Kamis.

Sementara itu, jenis minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) CLc1 berjangka naik 25 sen atau 0,47% menjadi $ 53,8/barel.




Melansir dari Reuters, Pada hari Kamis Mohammad Barkindo, Sekjen Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), mengatakan adanya opsi pengurangan pasokan yang lebih dalam untuk menyeimbangkan pasar minyak. Keputusan akan diambil pada pertemuan Desember antara OPEC dan para mitranya, katanya.

OPEC menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global 2019 menjadi 0,98 juta barel per hari (bph), sementara meninggalkan perkiraan pertumbuhan permintaan 2020 tidak berubah pada 1,08 juta barel per hari, menurut laporan bulanan OPEC.

Di luar OPEC, pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina juga tetap berada di radar pasar karena dua ekonomi utama dunia berusaha untuk menyelesaikan perselisihan perdagangan lebih dari satu tahun yang telah memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan membatasi konsumsi bahan bakar.

"Amerika Serikat adalah konsumen minyak global terbesar sementara China, pendorong terbesar pertumbuhan permintaan minyak dari tahun-ke-tahun," kata Stephen Innes, ahli strategi pasar Asia Pasifik, AxiTrader.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan perdagangan antara AS dan pejabat China pada hari Kamis berjalan sangat baik dan kedua pihak memiliki negosiasi yang sangat, sangat baik. Trump berbicara kepada wartawan di Gedung Putih setelah AS dan negosiator Tiongkok bertemu untuk pertama kalinya sejak akhir Juli untuk mencoba meredakan perang dagang yang berlangsung selama kurang lebih 15 bulan terakhir.

Para negosiator dikabarkan menyetujui beberapa kesepakatan pada perundingan di tingkat bawah terutama terkait dengan isu mata uang dan perlindungan hak cipta meski sempat diwarnai dengan ketegangan.

"Ketika ketegangan mengendur, ada secercah harapan ekonomi global perlahan akan kembali pulih dan permintaan minyak akan kembali terdongkrak" terang Innes.


(TIM RISET CNBC INDONESIA)


(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading