Internasional

Damai Perang Dagang Palsu, China Sebut Nego tak Ada Kemajuan

Market - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
10 October 2019 14:21
Damai Perang Dagang Palsu, China Sebut Nego tak Ada Kemajuan Foto: Infografis/ Kronologi perang dagang AS-China belum temukan titik terang/Aristya Rahadian Krisabella
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan China tidak membuat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan yang dilakukan di Washington, awal Oktober lalu. Fakta ini diungkapkan Reuters yang mengutip media lokal Hong Kong South China Morning Post (SCMP).

Narasumber anonim SCMP bahkan menegaskan Perdana Menteri China Liu He berencana meninggalkan Washington pada Kamis (10/10/2019) malam. Padahal, agenda negosiasi yang kini tengah berlangsung, diagendakan berlangsung dari hari ini sampai Jumat (11/10/2019).


Meski demikian, pejabat AS mengaku tidak mengetahui hal ini. "Kami tidak mengetahui adanya perubahan dalam rencana perjalanan wakil perdana menteri saat ini," kata juru bicara Gedung Putih, sebagaimana dilansir dari CNBC Internasional, Kamis (10/10/2019).


Ketika ditanya apakah terobosan dapat diharapkan dalam pembicaraan minggu ini, seorang pejabat mengatakan, bahwa Presiden AS Donald Trump belum mengambil keputusan.

"Sampai sekarang, (Trump) belum memutuskan, karena dia tidak tahu apa yang akan mereka tawarkan", kata pejabat itu.

Sebelumnya, sejumlah media melaporkan negosiasi mengalami kebuntuan karena China menolak untuk berbicara tentang tudingan transfer teknologi secara paksa. Termasuk soal subsidi negara pada perusahaan China.

AS menuntut China memberikan perlindungan atas kekayaan intelektual negara itu dan pencurian data di dunia maya. Untuk menekan China, AS bahkan tengah mengkaji kemungkinan membatasi investasi perusahaan, dan dana pensiun pemerintah ke negeri tirai bambu.

Selama 15 bulan, AS dan China telah mengunci pembicaraan perdagangan terutama terkait isu-isu seperti keamanan dunia maya, peraturan, kekayaan intelektual, subsidi dan tarif.

Jika pembicaraan tersebut tidak membuat kemajuan yang signifikan, Donald Trump kemungkinan akan menaikkan tarif pada barang-barang China senilai US $ 250 miliar menjadi 30% dari sebelumnya 25%.

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading