BI: Inflasi Agustus 0,15% MoM, 3,47% YoY

Market - Lidya Julita Sembiring-Kembaren, CNBC Indonesia
30 August 2019 13:17
Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Agustus 2019 masih terkendali. Bahkan ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Agustus 2019 masih terkendali. Bahkan ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga.

Perry Warjiyo, Gubernur BI, mengungkapkan bank sentral memperkirakan laju inflasi Agustus adalah 0,15% secara bulanan (month-on-month/MoM). Sementara laju secara tahunan (year-on-year/YoY) adalah 3,47%.

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data inflasi Agustus pada awal pekan depan. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan inflasi bulanan berada di 0,16%. Sementara inflasi tahunan diperkirakan sebesar 3,54% dan inflasi inti tahunan adalah 3,2%.



"Komoditas (pendorong inflasi) itu cabai merah (dengan kenaikan harga) 0,11%. Lalu emas 0,08%, cabai rawit 0,05%. Lain-lain tidak terlalu besar," kata Perry kala ditemui di Gedung BI, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Laju inflasi yang terkendali, lanjut Perry, juga dibantu oleh penurunan harga untuk sejumlah kelompok pengeluaran. Misalnya harga bawang merah turun 0,07% dan daging ayam ras turun 0,02%.

"Cabai juga sudah mulai turun meskipun relatif tinggi kenaikannya. Inflasi cabai terutama terkait dr cuaca sehingga beberapa produksi di sejumlah daerah terganggu dan produksi cukup di Jawa dan Sumatera Utara memang banyak diperlukan," papar Perry.

Pada akhir 2019, tambah Perry, laju inflasi diperkirakan tetap rendah di bawah 3,5%. Ada beberapa hal yang mendasari perkiraan tersebut.

Pertama, menurut Perry, adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di bawah potensinya. Artinya permintaan memang naik, tetapi masih relatif mampu dipenuhi oleh produksi dalam negeri sehingga tidak menyebabkan tekanan harga.

"Sekarang dengan pertumbuhan ekonomi 5,05% atau 5,07% itu di bawah kapasitas produksi potensial," ujarnya.

Alasan kedua, kata Perry, adalah ekspektasi inflasi yang terjaga. Ini bisa terlihat dari inflasi inti yang tetap stabil di kisaran 3% YoY.

Ketiga, demikian Perry, harga komoditas di pasar internasional cenderung turun sementara nilai tukar rupiah stabil. Ini membuat inflasi impor (imported inflation) tidak terlalu signifikan.

"Keempat, eratnya koordinasi BI dan pemerintah baik pusat dan daerah. Sehingga sampai akhir tahun inflasi tetap rendah di bawah 3,5%," tegasnya.


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading