Ulasan Teknikal

Harga Batu Bara Terjebak di Tren Koreksi Akibat Perang Dagang

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
29 August 2019 12:38
Harga Batu Bara Terjebak di Tren Koreksi Akibat Perang Dagang
Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran resesi global akibat perang dagang masih terus memberikan tekanan bagi harga batu bara dunia, sehingga bergerak cenderung turun.

Harga batu bara acuan Ice Europe Newcastle kontrak pengiriman September pada sesi perdagangan Rabu (28/8/2019), turun 1,41% ke level US$ 63,1/metrik ton. Dengan demikian harga batu bara Newcastle sudah terkoreksi 37,77% sejak awal tahun 2019.

Belakangan terjadi inversi pada surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk tenor 2 tahun yang mengungguli imbal hasil (yield) tenor 10 tahun. Inversi di pasar obligasi AS menjadi hal yang krusial bagi pasar keuangan dunia lantaran merupakan sinyal dari terjadinya resesi di AS pada masa depan.


Di lain sisi risiko dari perang dagang belum dapat dikesampingkan. Meskipun Presiden Donald Trump mengatakan siap kembali ke meja perundingan dan telah terjadi kontak telepon dengan China. 

"China menghubungi para negosiator dagang kami dan mengatakan mari kembali berunding. Jadi kita akan kembali bernegosiasi dan saya pikir mereka akan melakukan sesuatu," katanya, seperti diberitakan CNBC International.

Namun, Cina membantah bahwa telah terjadi kontak dengan pihak AS. "Saya belum mendengar kejadian terkait dua sambungan telepon yang disebut oleh pihak AS pada akhir pekan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang.

Melihat perkembangan global yang ada, kemana arah harga batu bara bergerak? Berikut ulasannya.

Analisis Teknikal Batu Bara
Sumber: Refinitiv
Secara teknikal, tren harga batu bara bergerak turun (downtrend). Tren penurunan tersebut juga terlihat melalui indikator teknikal Moving Average Convergence Divergence (MACD), yang menunjukkan persilangan turun atau death cross.

Dalam jangka menengah harganya juga terlihat masih tertekan karena bergerak di bawah rata-rata nilainya dalam 20 hari terakhir atau moving average five/MA20 (garis ungu).

Sedangkan dalam jangka pendek harganya juga masih cenderung tertekan dengan bergerak di bawah rata-rata nilainya dalam lima hari terakhir atau MA5 (garis hijau). Ada potensi harganya tertekan hingga level support yang berada di US$ 60/metrik ton.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading