Rating Tambah Jeblok, Harga Saham APLN Kok Melesat?

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
14 August 2019 16:25
Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham perusahaan ditutup menguat 15,85% menjadi Rp 212/unit saham
Jakarta, CNBC Indonesia - Pada rilis tanggal 17 Juli 2019, lembaga pemeringkat utang global, Fitch Ratings, menurunkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menjadi 'CCC-' dari 'B-'.

Uniknya, meskipun peringkat utang perusahaan diturunkan, hari ini (13/8/2019) harga saham ALPN justru meningkat tajam.

Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham perusahaan ditutup menguat 15,85% menjadi Rp 212/unit saham. Volume perdagangan menyentuh level 33,17 unit transaksi atau hampir lima kali lipat lebih besar dari rata-rata transaksi harian perusahaan yang hanya 70,41 juta unit.




Sebagai informasi, alasan Fitch menurunkan peringkat utang APLN karena perusahaan dianggap tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk membayar obligasi domestik dan utang sindikasi yang jatuh tempo masing-masing pada Juni 2019 dan Januari 2020.

Untuk obligasi yang jatuh tempo pada Juni 2019, kreditur memberikan kelonggaran waktu dan memperpanjang waktu jatuh tempo menjadi 20 September 2019.

Akan tetapi, Fitch memproyeksi bahwa resiko perusahaan tidak mampu membayar kewajibannya tetap besar mengingat arus kas operasi APLN masih membukukan rapor merah. Fitch juga menambahkan bahwa arus kas operasi APLN akan tetap negatif dalam 2 tahun ke depan. 

Hingga akhir Juni 2019, arus kas operasi APLN tercatat minus Rp 880,23 miliar. Hal ini sudah menjadi indikasi rendahnya tingkat likuiditas perusahaan.

Meskipun begitu, tampaknya pelaku pasar masih menaruh harapan perseroan bisa membayar utang-utang tersebut pada akhir tahun ini.

Lebih lanjut, sejatinya kinerja keuangan perusahaan tahun ini juga diselamatkan dari laba penjualan investasi entitas anak.

Melansir laporan keuangan perusahaan periode semester I-2019, APLN membukukan laba bersih Rp 143,38 miliar, naik 132,01% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Jika ditelusuri lebih rinci, laba perusahaan di paruh pertama mampu melejit dua kali lipat karena APLN membukukan keuntungan dari penjualan kepemilikan saham atas PT Griya Pancaloka kepada pihak ketiga pada 25 Maret 2019. Laba yang diperoleh dari penjualan entitas anak tersebut mencapai Rp 366,38 miliar.

Dengan demikian, andai tidak ada transaksi penjualan investasi tersebut, maka pada dasarnya APLN membukukan rugi sebelum pajak sebesar Rp 160,24 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(dwa/dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading