Pendapatan Naik, Tapi Indosat Masih Rugi Rp 331,9 M

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
06 August 2019 15:57
emiten dengan kode saham ISAT ini berhasil membukukan pendapatan Rp 12,29 triliun, naik 11,1% dari tahun sebelumnya Rp 11,06 triliun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) masih membukukan kerugian sebesar Rp 331,9 miliar pada semester pertama 2019, turun 52,2% dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 693,7 miliar.

Emiten dengan kode saham ISAT ini berhasil membukukan pendapatan Rp 12,29 triliun, naik 11,1% dari tahun sebelumnya Rp 11,06 triliun.

Pendapatan ini paling besar masih disokong oleh layanan selular sebesar Rp 9,96 triliun. selanjutnya MIDI Rp 1,98 triliun dan telekomunikasi tetap sebesar Rp 341,8 miliar.
Namun, sejalan dengan naiknya pendapatan, beban usaha juga tercatat meningkat 16,8% jadi Rp 11,49 triliun dari sebelumnya Rp 10,53 triliun.


EBITDA tercatat tumbuh sebesar 26,6% menjadi sebesar Rp4,4 triliun pada paruh pertama 2019.

Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo Ahmad Abdulaziz Al-Neama menyatakan, kinerja keuangan tersebut menunjukkan bahwa Indosat mampu mengeksekusi dengan baik strategi bisnis perseroan.

Ahmad melanjutkan, pihaknya akan terus mempercepat peningkatan jaringan 4G. "Ini memperkuat penawaran kami dan memperluas jangkauan jaringan kami sehingga lebih banyak orang dapat menikmati dunia digital," kata Ahmad, dalam keterangan pers yang diterima CNBC Indonesia, Selasa (6/8/2019).

Hingga semester pertama, emiten dengan kode saham ISAT tersebut mencatatkan belanja modal sebesar Rp5,4 triliun, meningkat sebesar 101,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja modal ini dipakai untuk ekspansi jaringan 4G di mana perseroan menargetkan membangun 18.000 BTS 4G sepanjang tahun 2019.

"Saat ini Perusahaan mengoperasikan total sebanyak hampir 25rb BTS 4G di 475 kota dengan cakupan populasi mencapai 82.9%," tulis manajemen ISAT.

Pada periode semester pertama, Indosat menerbitkan Obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III tahap kedua pada tanggal 23 Juli 2019, obligasi Perusahaan menerima kelebihan permintaan sebanyak 1,7x atau senilai Rp 3,38 triliun yang terdiri dari obligasi sebesar Rp 2,59 triliun dan sukuk sebesar Rp 794 triliun.
Pendapatan Naik, Tapi Indosat Masih Rugi Rp 331,9 M Foto: Dok Indosat

Pada perdagangan Selasa (6/7/2019) saham ISAT terpantau melemah 2,19% ke level Rp 3.120 per saham. Dilihat secara tahun berjalan, dalam sepekan terakhir saham ISAT melemah 7,42%. Namun secara tahun berjalan menguat 85,16%.

Sepanjang tahun berjalan, pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih Rp 274,80 miliar di seluruh pasar, sedangkan nilai kapitalisasi Indosat di BEI mencapai Rp 16,95 triliun. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading