Sebelumnya Rugi, Laba Asuransi Tugu Meroket Jadi Rp 238,15 M

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
31 July 2019 16:40
Sebelumnya Rugi, Laba Asuransi Tugu Meroket Jadi Rp 238,15 M
Jakarta, CNBC Indonesia- Laba PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) meroket pada semester I-2019. Anak usaha Pertamina ini mengantongi laba tahun berjalan senilai Rp 238,15 miliar, meroket dari posisi kerugian Rp 7,8 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna mengatakan posisi laba ini bisa diperoleh lantaran adanya peningkatan pendapatan premi bruto yang tumbuh 49%. Akhir Juni 2019 total pendapatan premi konsolidasi mencapai Rp 3,7 triliun, naik daro Rp 2,49 triliun.

"Hampir seluruh lini bisnis mengalami kenaikan baik di sektor energy, non-energy, commercial maupun retail business," kaya Indra dalam siaran persnya, Rabu (31/7/2019).


Jika dielaborasi lebih lanjut, jumlah penerimaan premi tersebut disumbang dari induk usaha mencapai Rp 2,2 triliun, naik 37% dibandingkan periode yang sama 2018 sebesar Rp 1,6 triliun.


Sedangkan untuk laba yang disumbang oleh induk usaha mencapai Rp 160,7 miliar, naik 76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 91,4 miliar. Peningkatan laba tersebut dikontribusikan oleh peningkatan hasil underwriting dan hasil investasi.

"Peningkatan hasil investasi induk perusahaan terutama didukung peningkatan nominal investasi dan perdagangan surat utang yang mengalami kenaikan valuasi seiring ekspektasi penurunan suku bunga. Perubahan mata uang fungsional dari US$ ke IDR juga berdampak pada peningkatan imbal hasil investasi," jelas dia.

Selain itu, pada semester I-2019 induk usaha mampu mengelola loss ratio ditingkat 39%, jauh di bawah loss ratio industri asuransi umum yang di atas 50%. Dengan peningkatan revenue, telah berdampak pada menurunnya expense ratio menjadi 14%, jauh di bawah rata-rata industri yang berkisar 42%.

Untuk asuransi ritel untuk kendaraan bermotor, jumlah premi naik hampir tiga kali lipat. Hingga periode tersebut total preminya mencapai Rp 86 miliar.


(dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading