Diguyur Rencana AS-China, Bursa Tokyo Dibuka Menguat

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
30 July 2019 08:22
Diguyur Rencana AS-China, Bursa Tokyo Dibuka Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Tokyo dibuka menguat pada perdagangan Selasa ini (30/7/2019), didorong oleh pelemahan yen Jepang dan aksi beli oleh investor jelang negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Data perdagangan mencatat, indeks acuan Nikkei 225 naik 0,60% atau 128,95 poin menjadi 21.745,75 pada awal perdagangan, sementara indeks Topix naik 0,50% atau 7,84 poin menjadi 1.576,41.

Para pejabat AS dan China akan melakukan perundingan dagang di Shanghai pekan ini untuk membuat kesepakatan dagang dan mengakhiri perang dagang mereka yang sudah berlangsung selama setahun lebih.


CNBC International sebelumnya melaporkan bahwa delegasi AS dijadwalkan terbang ke China pada hari Senin. Namun, harapan untuk tercapainya kesepakatan tidak cukup tinggi.

Jelang Pembicaraan Dagang AS-China, Bursa Tokyo Dibuka MenguaFoto: Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Menteri Perdagangan Wilbur Ross, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow dan penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro berpose untuk foto dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He, wakil menteri China dan pejabat senior sebelum dimulainya Pembicaraan perdagangan AS-Cina di Gedung Putih di Washington, AS, 21 Februari 2019. (REUTERS / Joshua Roberts)

Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, Larry Kudlow mengatakan kepada CNBC pada Jumat lalu bahwa ia "tidak akan mengharapkan kesepakatan besar apa pun terjadi".

Selain itu, investor juga tengah menanti hasil rapat kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). The Fed akan mengumumkan keputusan terbarunya tentang arah kebijakan suku bunga pada jam 2 siang, Rabu waktu setempat.


Gubernur The Fed, Jerome Powell juga akan membahas keadaan ekonomi dalam konferensi pers setelah pengumuman hasil rapat kebijakan. Meski ekonomi AS sehat dan tingkat pengangguran di bawah 4%, investor secara luas memproyeksikan The Fed akan memangkas suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2008 sebesar 25 basis poin (bps).

Investor juga cenderung memonitor apakah bank sentral akan memberi sinyal lebih banyak pemotongan dalam beberapa bulan mendatang.

Bahkan, sebagian besar ekonom mengantisipasi akan ada satu hingga tiga kali penurunan suku bunga tahun ini.



Sementara itu pada Senin, Presiden AS Donald Trump telah melayangkan kritiknya melalui Twitter untuk The Fed. Ia menyebut kebijakan suku bunga The Fed saat ini merugikan AS.

"Uni Eropa dan China akan menurunkan suku bunga lebih lanjut dan memompa uang ke dalam sistem mereka, sehingga lebih mudah bagi produsen mereka untuk menjual produk," kata Trump di Twitter.

"Sementara itu, dan dengan inflasi yang sangat rendah, Fed kami tidak melakukan apa pun, dan mungkin akan melakukan sangat sedikit jika dibandingkan. Sangat buruk!", cuit Trump.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading