Laba Cleo Boleh Naik 131%, Tapi Awas Utang Bank Bengkak

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
24 July 2019 10:47
Keuntungan perusahaan boleh melesat dua kali lipat, tapi total utang bank terbang 5 kali lipat. Terlebih lagi 45%-nya adalah utang bank jangka pendek
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Sariguna Promatirta Tbk (CLEO), produsen air minum Cleo, mampu terbukti mampu mempertahankan performanya bahkan lebih baik dari capaian 2018.

Pendapatan perusahaan pada paruh pertama tahun ini tumbuh 35,83% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 491,98 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 362,214 miliar.

Penjualan segmen usaha yang tumbuh paling signifikan adalah kemasan gelas yang melesat 58,8% menjadi Rp 169,69 miliar. Sayangnya, justru produk ini yang menyumbang imbal hasil paling kecil karena marjin kotor dari penjualan kemasan gelas hanya senilai 22,29%.

Lini usaha yang menyumbang keuntungan terbesar adalah penjualan galon dengan marjin kotor 49,03%. Namun hingga akhir Juni 2019, penjualan kemasan galon hanya tumbuh 20,9% YoY menjadi Rp 158,38 miliar, lebih rendah dari kemasan gelas dan kemasan botol.


Sementara itu pendapatan dari segmen usaha kemasan botol tercatat sebesar Rp 161,9 miliar (naik 32,6% YoY) dengan marjin kotor 35,39%.

Lebih lanjut, CLEO mencatat perolehan yang lebih baik pada kinerja bottom line (laba bersih), dimana keuntungan yang berhasil dikantongi perusahaan melonjak 130,55% secara tahunan ke RP 63,94 miliar dari Rp 27,73 miliar di semester I-2018.

Laba bersih perusahaan melesat salah satunya ditopang dari penurunan pada pos beban keuangan yang turun dari Rp 11,81 miliar menjadi Rp 3,84 miliar.

Akan tetapi, pelaku pasar harap tidak terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa penurunan beban keuangan, berarti penurunan jumlah utang perusahaan

Pasalnya, jika ditelusuri lebih dalam jumlah utang bank CLEO melesat hampir 6 kali lipat (490,5% YoY) hanya dalam waktu 6 bulan.

Total utang bank perusahaan per Juni 2019 naik menjadi RP 159,06 miliar dari hanya Rp 26,94 miliar di akhir Desember tahun lalu. Peningkatan paling besar tercatat pada utang jangka pendek yang tumbuh menjadi Rp 71,69 miliar dari hanya Rp 340,94 juta.

Keuntungan perusahaan boleh melesat dua kali lipat, tapi total utang bank terbang 5 kali lipat. Terlebih lagi 45% dari utang bank tersebut adalah utang jangka pendek.

Patut dicatat posisi kas dan setara kas CLEO pada semester I-2019 hanya sebesar Rp 15,78 miliar, jadi terdapat resiko perusahaan akan kesulitan membayar utang jangka pendek.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading