Trump Sebut Nego Dagang Masih Panjang, Wall Street Memerah

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
17 July 2019 07:55
Wall Street (AS) ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (16/7/2019).
New York, CNBC Indonesia - Wall Street (AS) ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (16/7/2019). Itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump meragukan kemajuan dalam negosiasi dagang antara AS dengan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 23,53 poin atau 0,1% menjadi 27.335,63, mengakhiri kenaikan beruntun selama empat hari terakhir. Indeks S&P 500 ditutup turun 0,3% menjadi 3.004,04 sekaligus mengakhiri kenaikan beruntun lima hari. Semetara Nasdaq Composite turun 0,4% menjadi 8.222,80.

Sebelumnya, Trump mengatakan kedua negara masih memiliki jalan yang panjang dalam negosiasi dagang. Trump juga menambahkan bahwa AS bisa saja menerapkan tarif tambahan pada barang-barang China senilai US$ 325 miliar.


Komentar Trump muncul setelah China dan AS sepakat untuk tidak meningkatkan ketegangan perdagangan dalam upaya untuk memulai kembali negosiasi di sela KTT G20, Jepang, beberapa waktu lalu.



China dan AS telah saling menerapkan tarif impor hingga bernilai miliaran dolar sejak tahun lalu. Perang dagang yang sedang berlangsung juga telah memicu kekhawatiran akan perlambatan pada pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

Komentar Trump itu juga datang di tengah ramainya rilis pendapatan perusahaan AS. Tom Essaye, pendiri Sevens Report, mengatakan perang dagang akan sangat berpengaruh pada hasil rilis data perusahaan AS.

"Jika ada bukti bahwa bisnis di luar industri yang berfokus pada China juga mulai menjadi lebih konservatif, maka itu merupakan dampak negatif bagi pendapatan di masa depan," ujar Essaye dilansir CNBC International.

Sebelumnya, Goldman Sachs melaporkan kinerja keuangan yang lebih baik dari perkiraan. Hal itu didorong oleh divisi perbankan investasi dan perdagangan perusahaan. Saham Goldman naik 1,9%.

Sementara hasil J.P. Morgan Chase juga melampaui estimasi dan sahamnya naik 1,1%. Namun, saham Johnson & Johnson, turun 1,6% meskipun melaporkan lonjakan laba 42% pada kuartal sebelumnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Virus Corona "Bakar" Bursa Amerika


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading