Round Up

Deutsche Bank PHK Ribuan Pekerja & Tutup Bisnis Broker di RI

Market - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
14 July 2019 14:26
Deutsche Bank PHK Ribuan Pekerja & Tutup Bisnis Broker di RI Foto: Deutsche Bank (REUTERS/Simon Dawson)
Jakarta, CNBC Indonesia - Kesulitan keuangan yang dialami bank asal Jerman, Deutsche Bank AG, semakin nyata. Ini memuat Deutsche Bank mengambil keputusan radikal dengan memangkas 18.000 karyawannya yang tersebar di seluruh dunia hingga akhir 2022.

Upaya restrukturisasi tersebut juga dilakukan bank asal Frankfurt ini termasuk dengan menutup salah satu anak usaha yang beroperasi di Indonesia.

Sejumlah skandal dari lebih dari satu dekade yang lalu, atau tepatnya saat krisis di pasar keuangan AS pada 2008 menjadi penyebab memburuknya kinerja Deutsche Bank.



Pada Januari 2017, perusahaan harus membayar penalti mencapai US$ 7,2 miliar pada Departemen Kehakiman AS karena telah memberikan informasi yang menyesatkan kepada investor terkait penjualan efek beragun aset properti (mortgage-backed securities) yang turut menyebabkan krisis keuangan di AS pada 2008, dilansir CNBC International.

Tidak lama setelahnya, Deutsche Bank dikenakan denda sebesar US$ 630 juta atas tuduhan pencucian uang di Rusia. Kemudian pada November 2018, kantor pusat perusahaan di Frankfurt diserbu oleh jaksa penuntut Jerman sebagai bagian dari penyelidikan pencucian uang, dilansir CNN International.

Sebenarnya, Sejak 2015, Deutsche Bank juga gagal lolos dari stress test di AS, sehingga beberapa upaya dilakukan bank ini untuk merestrukturisasi, melakukan perubahan kepemimpinan, dan mengalami penurunan peringkat.


Dalam dua dekade terakhir perusahaan telah memangkas sekitar 59.300 karyawannya. Namun sejatinya jumlah karyawan perusahaan tidaklah banyak berkurang, justru bertambah

Melansir laporan tahunan Deutsche Bank, di tahun 2000 total karyawan yang tercatat sekitar 89.800 orang, sedangkan tahun 2018 jumlah karyawan perusahaan mencapai 91.700 orang.

PHK ribuan karyawan tersebut diiringi dengan pengunduran diri sukarela Chief Investment Banking Garth Ritchie. Sumber CNBC International juga memberitahu bahwa Chief Regulatory Officer, Sylvie Matherat juga bersiap undur diri.

Deutsche Bank & Segudang Masalah yang Membentang
[Gambas:Video CNBC]

Rupanya, kesulitan yang dialami Deutsche Bank tersebut menjalar hingga ke Indonesia. Pekan ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi telah menerima rencana pengunduran diri Deutsche Sekuritas Indonesia (DB) sebagai salah satu Anggota Bursa (AB).

Pengunduran diri ini sejalan dengan langkah restrukturisasi masal yang dilakukan oleh induk usahanya Deutsche Bank Group.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan rencana tersebut telah disampaikan sekuritas ini pada awal pekan ini, Senin (8/7/2019).

"Mereka kasih tahu ke bursa minggu ini, hari Senin langsung disampaikan. Mereka kasih tahu kalau beritanya benar, secara institusi ada restrukturisasi dan Indonesia akan terpengaruh. Tapi kapannya belum tahu,," kata Laksono kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/7/2019).

Deutsche Sekuritas hingga akhir Maret 2019 lalu memiliki modal kerja bersih disetarakan (MKBD) senilai Rp 342,75 miliar dengan jumlah modal ditempatkan dan disetor senilai Rp 50 miliar. Di Indonesia, sekuritas ini memiliki izin usaha sebagai penjamin emisi efek.

Bisnis Seret, Deutsche Bank PHK & Tutup Bisnis di IndonesiaFoto: Deutsche Bank (REUTERS/Simon Dawson)
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading