Rupiah Masih 'Bernapas' di Kurs Tengah BI, Tapi Lemas di Spot

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
12 July 2019 10:36
Rupiah Masih 'Bernapas' di Kurs Tengah BI, Tapi Lemas di Spot Ilustrasi Rupiah (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih mampu menguat tipis di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Namun di kurs acuan, rupiah bernasib sebaliknya. 

Pada Jumat (12/7/2019), kurs tengah BI atau kura acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.085. Rupiah menguat tipis 0,03% dibandingkan posisi hari sebelumnya. 

Penguatan ini membuat rupiah terapresiasi dua hari beruntun di kurs tengah BI. Sementara rupiah di Rp 14.085/US$ adalah yang terkuat sejak 22 April. 


 

Sementara di perdagangan pasar spot, rupiah kewalahan menghadapi dolar AS. Pada pukul 10:24 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.080 di mana rupiah melemah 0,14%. 

Kala pembukaan pasar, rupiah memang sudah melemah tetapi cuma 0,04%. Seiring perjalanan pasar, rupiah semakin melemah. 


Namun rupiah tidak sendiri, hampir seluruh mata uang utama Asia juga melemah. Hanya yen Jepang, dolar Hong Kong, ringgit Malaysia, dan peso Filipina yang bisa menguat. 

Dengan depresiasi 0,14%, rupiah menjadi salah satu mata uang terlemah di Benua Kuning. Won Korea menempati dasar klasemen mata uang Asia, kemudian di atasnya ada baht Thailand dan rupiah di posisi ketiga terbawah. 

Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama Asia pada pukul 10:28 WIB: 





TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading