Ulasan Teknikal IHSG

The Fed beri Sinyal Turunkan Suku Bunga, IHSG Bisa Ngacir

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
11 July 2019 08:56
The Fed beri Sinyal Turunkan Suku Bunga, IHSG Bisa Ngacir
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup naik dengan dengan penguatan 0,35% ke level 6.410,68 pada perdagangan Rabu kemarin (10/7/2019). Untuk pertama kalinya, IHSG kembali menginjak level 6.400 sejak 2 Mei 2019.

Untuk perdagangan hari ini, Kamis (11/7/2019), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan kembali menguat, melanjutkan reli kenaikan hari ke-3. Adapun rentang pergerakannya berpotensi terjadi pada level 6.400 hingga 6.475.

Dari bursa Wall Street Amerika Serikat (AS), tiga indeks utama pagi tadi ditutup Hijau. Indeks S&P 500 menguat 0,45%, Dow Jones Industrial Average naik 0,29%, dan Indeks Nasdaq Composite terangkat 0,75%.


Dilansir dari CNBC International, indeks AS kembali menyentuh rekor tertingginya setelah Gubernur The Fed, bank sentral AS, Jerome Powell berpandangan akan menerpakan kebijakan suku bunga yang lebih longgar.

"Beberapa anggota melihat bahwa pemangkasan Federal Funds Rate [suku bunga acuan AS] dalam waktu dekat dapat membantu meminimalisir dampak dari guncangan terhadap ekonomi di masa depan," tulis risalah rapat The Fed, dilansir dari CNBC International.

Dari dalam negeri, IHSG menguat karena pelaku pasar melihat kondisi global yang membaik khususnya dari sisi moneter sehingga mereka lebih banyak melancarkan aksi beli saham di bursa.


Dari sisi teknikal, IHSG masih berada di jalur penguatannya seiring terbentuknya pola lilin putih kecil (short white candle) pada perdagangan kemarin yang menggambarkan kontinuitas kenaikan tren IHSG.

The Fed beri Sinyal Turunkan Suku Bunga, IHSG Bisa NgacirSumber: Refinitiv

Indeks saham gabungan juga terlihat semakin kokoh bergerak di atas rata-rata nilainya dalam 5 hari terakhir atau moving average five/MA5 (garis hijau), sehingga digambarkan memiliki kecenderungan untuk menguat dalam jangka pendek.

Potensi penguatan dirasa masih memungkinkan karena IHSG belum memasuki level jenuh belinya (overbought), menurut indikator teknikal Relative Strength Index (RSI)

TIM RISET CNBC INDONESIA

(yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading