Kuartal II Saham Danamon Anjlok 38%, MUFG Buntung Rp 25 T

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
29 June 2019 14:55
Kuartal II Saham Danamon Anjlok 38%, MUFG Buntung Rp 25 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Grup perbankan terbesar Negeri Sakura, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) terancam menghadapi resiko kehilagan miliaran dolar atas investasinya pada PT Bank Danamon Tbk (BDMN) baru-baru ini.

Pada bulan April, MUFG meningkatkan porsi kepemilikan sahamnya di BDMN menjadi 94,1%, dimana ini berarti total investasi yang digelontorkan MUFG menjadi sekitar 680 miliar yen, yang merupakan pembelian luar negeri terbesar oleh bank Jepang, dilansir Nikkei.

Untuk diketahui, proses pengambilalihan tersebut diselesaikan pada 29 April di pasar negosiasi dengan total transaksi di pasar negosiasi sebesar sebesar Rp 49,61 triliun atas 5,17 miliar unit saham BDMN dengan harga Rp 9.590/saham oleh Bank MUFG yang difasilitasi perusahaan efek PT Mandiri Sekuritas.




Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa harga saham perusahaan mulai terperosok semenjak proses peningkatan kepemilikan saham MUFG atas BDMN rampung.

Bahkan pada 18 Juni silam, harga saham BDMN sempat ditutup di level Rp 4.110/saham yang merupakan nilai saham terendah setidaknya sejak 23 Januari 2017, lebih dari 2 tahun lalu.

Lebih lanjut, sepanjang kuartal kedua tahun ini, harga saham BDMN mencatatkan koreksi hingga 38,66%, sedangkan sepanjang tahun berjalan koreksinya mencapai 36,84%.

Harga Saham Danamon Anjlok
[Gambas:Video CNBC]

Tingginya porsi kepemilikan MUFG yang hanya menyisakan 6% untuk kepemilikan publik, membuat emiten perbankan ini menjadi kurang likuid.

BDMN juga harus pasrah didepak dari daftar indeks MSCI, dimana penghapusan ini berarti potensi penurunan pembelian oleh investor asing semakin besar.

Dengan demikian, hanya dari transaksi crossing saham terakhir, potensi kerugian yang dibukukan MUFG mencapai 24,76 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading