AS-China Makin Mesra, Bursa Saham Asia Ditutup menguat

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
27 June 2019 17:22
AS-China Makin Mesra, Bursa Saham Asia Ditutup menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Seluruh bursa saham utama kawasan Asia kompak mengakhiri perdagangan hari ini di zona hijau: indeks Nikkei naik 1,19%, indeks Shanghai naik 0,69%, indeks Hang Seng naik 1,42%, indeks Straits Times naik 0,83%, dan indeks Kospi naik 0,59%.

Hubungan AS-China yang kian mesra sukses memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning. Pada hari ini, South China Morning Post (SCMP) mengabarkan bahwa AS dan China telah secara tentatif setuju untuk memberlakukan gencatan senjata di bidang perdagangan guna menyambung lagi rantai negosiasi yang sudah terputus sejak bulan Mei. Media asal China tersebut mengutip berbagai sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Seorang sumber mengatakan bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump terkait pemberlakuan gencatan senjata tersebut merupakan syarat dari Presiden China Xi Jinping jika Trump ingin melakukan pertemuan dengannya di sela-sela KTT G-20 di Osaka, Jepang, pada akhir pekan ini.


Pada Rabu (26/6/2019) waktu setempat, pihak Gedung Putih menyampaikan bahwa Trump dijadwalkan bertemu Xi pada Sabtu (29/6/2019) pagi pukul 11.30 waktu setempat.

Jika tak ada perubahan, maka AS akan menunda kenaikan bea masuk bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang sebelumnya belum terdampak oleh perang dagang. Sebelumnya, Trump sudah berkali-kali mengancam akan mengenakan bea masuk sebesar 25% bagi produk impor senilai US$ 300 miliar tersebut.

Seorang sumber menyebut bahwa kedua pihak kemungkinan akan merilis siaran pers secara terkoordinasi pasca Trump dan Xi selesai bertemu. Nantinya, segala bentuk pernyataan (baik itu siaran pers maupun pernyataan bersama) akan melalui inspeksi yang ketat dari kedua belah pihak.

Sebagai informasi, kali terakhir Trump bertemu dengan Xi adalah juga di sela-sela KTT G-20, yakni pada bulan Desember lalu di Argentina. Hasilnya, kedua negara menyepakati gencatan senjata selama 3 bulan di mana keduanya tak akan mengerek bea masuk untuk importasi produk dari masing-masing negara. Gencatan senjata ini kemudian diperpanjang oleh Trump seiring dengan perkembangan negosiasi dagang yang positif.

Namun pada saat itu, terdapat perbedaan di dalam siaran pers yang dirilis oleh kedua negara. Misalnya, dalam siaran pers yang diterbitkan AS, Gedung Putih menyebut bahwa ada tenggat waktu selama 90 hari bagi kedua negara untuk mencapai kesepakatan dagang yang jika tidak dicapai berarti AS akan menaikkan bea masuk bagi importasi produk asal China. Poin ini tak muncul dalam siaran pers yang diterbitkan Beijing.

Lantas, adanya inspeksi ketat dari kedua belah pihak terkait dengan segala bentuk pernyataan yang akan dirilis nantinya menunjukkan keseriusan keduanya untuk segera meneken kesepakatan dagang.

Lebih lanjut, rilis data ekonomi yang menggembirakan ikut memantik aksi beli di bursa saham regional. Pada hari ini, laba perusahaan-perusahaan industri China periode Januari-Mei 2019 diumumkan melemah 2,3% secara tahunan. Walaupun melemah, namun besarannya tak sebesar periode Januari-April 2019 yakni 3,4%, dilansir dari Trading Economics.

Beralih ke Jepang, penjualan barang-barang ritel periode Mei 2019 diumumkan tumbuh sebesar 1,2% secara tahunan, jauh meningkat dibandingkan pertumbuhan pada April 2019 yang sebesar 0,4% saja, dilansir dari Trading Economics.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading