Produksi Gas Meningkat, Investor Lokal Angkat Saham PGAS

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
25 June 2019 12:24
Kinerja saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) beberapa minggu terakhir bertumbuh, dengan catatan kenaikan 4,59% pada minggu lalu.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dalam beberapa minggu terakhir dapat dikatakan mengesankan, dengan catatan kenaikan 4,59% pada minggu lalu.

Penguatan tersebut ditopang oleh aksi beli investor lokal yang mencatatkan beli bersih (net buy) hingga Rp 57 miliar di pasar reguler. Adapun investor asing dalam satu minggu terakhir melepas portofolio sahamnya dengan net sell mencapai Rp 60 miliar di pasar reguler.

Dalam tiga bulan terakhir, asing bahkan telah melepas Rp 259 miliar. Faktor global yang tak menentu serta pertumbuhan ekonomi dunia yang cenderung melambat membuat asing melakukan rotasi sektoral dalam portofolio sahamnya.


Hingga penutupan bursa saham pukul 12.00 WIB, saham PGAS ditransaksikan pada level Rp 2.000/unit saham atau turun 1,47% dengan volume transaksi mencapai 18,7 juta unit senilai Rp 37 miliar, Selasa (25/06/2019).

Kinerja PGAS bisa dikatakan cukup baik sepanjang tahun ini. Penyaluran gas alam milik PGAS mengalami kenaikan cukup signifikan sepanjang Januari-Mei 2019. Sekretaris PGN, Rachmat Hutama mengungkapkan proses Holding Migas dan peran PGN sebagai sub-holding BUMN energivtelah meningkatkan kinerja penyaluran gas bumi.

"Naik hampir 50% untuk periode 5 bulan saja, kami harapkan kenaikan yang signifikan ini pun akan terus melonjak hingga akhir tahun," ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (17/6/2019).

Pada kuartal I-2019, PGAS membukukan pendapatan sebesar US$ 860,5 juta atau naik 7,8% dibandingkan penjualan kuartal I-2018 pada angka US$ 797,7 juta. Pendapatan tersebut terutama ditopang penjualan gas perusahaan yang mencapai US$ 661,5 juta serta penjualan minyak dan gas sebesar US$ 92,8 juta.

Adapun laba operasi interim konsolidasian pada kuartal I-2019 sebesar US$ 162, 5 juta dan laba bersih sebesar US$ 65 juta atau setara Rp 920,2 Miliar(dengan rata-rata kurs Rp 14.136 ) dengan EBITDA sebesar US$ 263 juta.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading