No Happy Weekend? Straits Times Dibuka Anjlok 0,19%

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
14 June 2019 08:40
No Happy Weekend? Straits Times Dibuka Anjlok 0,19%
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham utama Singapura berpeluang mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan masuk di zona hijau. Pasalnya, pada pembukaan perdagangan hari ini (14/6/2019) indeks Straits Times dibuka melemah 0,19% ke level 3.214,68 poin.

Dari 30 saham yang menghuni indeks acuan bursa saham Singapura tersebut, sebanyak 2 mencatatkan kenaikan harga, 22 saham melemah, dan 6 saham tidak mencatatkan perubahan harga.

Situasi geopolitik di Hong Kong dan Iran membuat pelaku pasar bersikap lebih waspada, terutama sambil menunggu pertemuan keputusan Bank Sentral AS/The Fed pekan depan.


Seperti yang diketahui, demonstrasi besar-besaran terjadi sejak akhir pekan lalu di Hong Kong. Ratusan ribu warga turun ke jalan memprotes pembahasan rancangan undang-undang ekstradisi ke China. Bila disahkan, aturan itu dianggap sebagai penyerahan otonomi Hong Kong kepada China.

Sementara itu, serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman dekat garis pantai Iran dikhawatirkan akan membuat harga minyak dunia terus meroket.

Di lain pihak, aksi jual yang dilakukan pelaku pasar Singapura pada pembukaan perdagangan juga merupakan aksi defensif menunggu keputusan suku bunga The Fed yang akan diumumkan pekan depan, 18-19 Juni.

"Ada tingkat ketidakpastian yang cukup tinggi menjelang pertemuan FOMC (Dewan Pengambil Kebijakan The Fed) pekan depan karena reaksi pasar akan berbeda secara signifikan tergantung apakah The Fed mengisyaratkan adanya pelonggaran kebijakan," ujar Shusuke Yamada, Kepala Ahli Strategi Ekuitas & Forex Jepang di Bank of America Merill Lynch, dilansir Reuters.

Yamada menambahkan bahwa aksi wait and see kemungkinan akan lebih terlihat di bursa saham menjelang pertemuan FOMC tersebut.

Terlebih lagi, kekhawatiran terkait perang dagang AS-China masih terus menyelimuti sentimen global. Beberapa analis masih menaruh harapan bahwa pemimpin kedua negara dapat kembali berdiskusi pada pertemuan KTT G20 di Osaka, Jepang pada 28-29 Juni.

Akan tetapi, hingga saat ini Washington dan Beijing belum mengkonfirmasi kemungkinan pertemuan bilateral di tengah acara tersebut.

"Namun belum ada proses formalisasi," ujar Lawrence 'Larry' Kudlow, Penasihat Ekonomi Gedung Putih, mengutip Reuters.

"Prinsip dasar (dialog dagang) adalah kerja sama. China tidak akan bernegosiasi untuk sebuah hal yang sangat prinsip," tegas Gao Feng, Juru Bicara Kementerian Perdagangan China, dikutip dari Reuters.

Pada hari ini tidak ada rilis data ekonomi dari Singapura

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading