Trump Tunda Bea Impor terhadap Meksiko, Yen Loyo

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
10 June 2019 - 08:14
Trump Tunda Bea Impor terhadap Meksiko, Yen Loyo
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang yen Jepang melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin (10/16/2019). Presiden AS Donald Trump yang menunda mengenakan bea impor dari Meksiko membuat risk appetite pelaku pasar membaik dan menurunkan permintaan aset aman atau safe haven seperti yen.

Yen bahkan dibuka gap up di level 108,54/US$, sebelum pelemahan tersebut terpangkas dan berada di kisaran 180,41/US$ pada pukul 7:14 WIB, mengutip data dari Refinitiv.





Gap up merupakan kondisi saat harga pembukaan perdagangan hari ini lebih tinggi dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan sebelumnya. Perdagangan yen dengan dolar AS yang disimbolkan dengan USD/JPY pada Jumat berakhir di level 108,18/US$.

Pada Jumat (7/6/19) lalu, Presiden Trump mengatakan AS dan Meksiko telah menandatangani kesepakatan untuk menghindari bea impor dari Meksiko ke AS yang seharusnya diterapkan pada hari ini, melansir CNBC International.



Dalam deklarasi bersama kedua negara, Meksiko setuju "mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk meningkatkan penegakan dan membatasi imigran ilegal". Langkah yang dimaksudkan Meksiko termasuk menambah penjagaan di seluruh batas negara, dengan prioritas di perbatasan selatan.

Berkat dibatalkannya bea impor dari Meksiko, pelaku pasar sedikit lega perang dagang tidak akan meluas di saat hubungan AS - China sedang memanas. Aset-aset bersiko kembali menguat, dan yen menjadi kurang menarik. Meski demikian yen masih berada di dekat level terkuat dalam lima bulan terakhir melawan yen.



Fundamental dolar AS saat ini masih belum bagus setelah Federal Reserve/The Fed dispekulasi akan memangkas suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini. Hal tersebut diperburuk dengan rilis data tenaga kerja Paman Sam pada Jumat pekan lalu.

Data tersebut menunjukkan sepanjang bulan Mei perekonomian AS hanya mampu menyerap 75.000 tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payroll), jauh di bawah data bulan sebelumnya 224.000 tenaga kerja.

Di sisi lain, data dari Jepang hari ini menunjukkan surplus current account yang bertambah, dan pertumbuhan ekonomi di kuartal-I 2019 direvisi naik menjadi 0,6% dari rilis sebelumnya 0,5%.



Background tersebut membuat pergerakan yen akan menarik pada hari ini, meski cenderung masih akan melemah jika bursa saham global menguat, tetapi jika penguatan tersebut tidak signifikan ada kemungkinan yen akan kembali menguat.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading