Analisis Teknikal IHSG

Jelang Libur Panjang, Sinyal IHSG di Zona Hijau Menguat

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
31 May 2019 08:47
Jelang Libur Panjang, Sinyal IHSG di Zona Hijau Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tanda-tanda penguatan sebelum menutup perdagangan Rabu 2 hari lalu (29/5/2019), jelang libur hari kenaikan Isa Al-Masih. Saat itu, IHSG mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 1,18% di level 6.104.

Pada perdagangan hari Jumat ini (31/5/2019), jelang libur panjang Lebaran 2019, Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat menguji level 6.135.

Dari sisi global, tiga indeks utama dari bursa saham Amerika Serikat (AS) pagi tadi ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,17%, S&P menguat 0,21% dan Nasdaq Composite bertambah 0,25%.


Bursa Wall Street menguat karena tekanan pada 2 hari lalu sehingga pelaku pasar mengambil kesempatan melakukan pembelian kembali. Namun, pelaku pasar masih was-was terhadap bursa utama AS karena masih dibayangi sentimen negatif dari perang dagang AS dan China.

Tensi terlihat semakin meningkat kala diplomat senior China mengatakan bahwa AS melakukan provokasi perdagangan "terorisme ekonomi secara kasat mata" di tengah perang dagang yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Seperti diketahui bahwa perang dagang AS-China sudah menjadi momok perekonomian global. Pasalnya, kala dua raksasa ekonomi dunia saling hambat hubungan dagang, maka dampak dari pengenaan tarif satu sama lain akan menghambat perekonomian dunia karena barang-barang menjadi mahal.

Dari dalam negeri, investor asing kembali masuk ke pasar saham Indonesia dengan membukukan beli bersih (net buy) senilai Rp 421 miliar di pasar reguler.

Sektor finansial menjadi buruan utama investor asing sehingga menjadi motor penggerak IHSG dengan penguatan 1,23%, sektor konsumer yang memiliki bobot terbesar ke dua setelah keuangan juga menguat 1,57%, kemudian disusul infrastruktur dengan penguatan 2,21%.

Secara teknikal, IHSG mulai terlihat keluar dari tekanan dan cenderung menguat. Terbentuknya pola lilin putih (white candle) mengindikasikan kontinuitas atas tren penguatan secara jangka pendek.



Sumber: Refinitiv


Tren penguatan secara jangka pendek dapat di lihat dari posisi IHSG saat ini yang sedang bergerak di atas rata-rata nilainya dalam 5 hari terakhir (moving average/MA5). Bukan hanya itu, IHSG bahkan mulai menyentuh garis MA20 (pergerakan rata-rata 20 hari).

Ruang penguatan IHSG belum tertutup jika dilihat dari tingkat kejenuhannya. IHSG terlihat belum memasuki level jenuh belinya (overbought), jika mengacu pada indikator teknikal yang menggambarkan momentum kejenuhan yakni Stochastic Slow.

Adapun level penghalang kenaikan (resistance) yang terdekat IHSG berada di level 6.135, yang mana terdapat lubang penurunan (gap down) karena aksi jual saat pengumuman neraca dagang yang defisit bulan lalu.

Potensi pergerakan hari ini berada di level antara 6.100 hingga 6.200.

Analisis ini berbeda dari beberapa sekuritas yang memprediksi IHSG cenderung melemah di akhir perdagangan jelang libur panjang ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading