Perang Dagang AS-China Memanas Bikin Yen Makin Bersinar!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
30 May 2019 15:20
Perang Dagang AS-China Memanas Bikin Yen Makin Bersinar!
Jakarta, CNBC Indonesia - Eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China memicu ketidakpastian global dan kemungkinan pelambatan ekonomi yang semakin dalam. Dalam kondisi tersebut, investor akan mengalihkan investasinya dari aset-aset berisiko ke aset aman atau safe haven seperti yen. Mata uang Jepang besinar di bulan Mei.

Selain itu analis dari Societe Generale, Kit Juckes, mengatakan adanya disinflasi atau perlambatan inflasi akan menguntungkan bagi mata uang yen. Menurut Juckes, inflasi saat ini sulit untuk kembali naik.

"Dalam upaya melawan disinflasi, mata uang yang akan menjadi juara adalah yen. Yen selalu terbantu oleh sentimen risk aversion (mengindari risiko) investor," kata Juckes, melansir Bloomberg.


Juckes juga merekomendasikan mengambil posisi jual euro terhadap yen (EUR/USD), dan memprediksi yen akan mampu mengalahkan mata uang lainnya termasuk dolar AS. Sepanjang bulan Mei yen telah menguat 1,8% melawan the greenback.



Pada perdagangan Rabu (29/5/19) kemarin, yen melemah 0,2% melawan dolar AS (USD/JPY naik) namun kemungkinan besar akibat technical rebound setelah yen kembali mendekati level terkuat empat bulan. Sementara pada hari ini pukul 11:35 WIB, yen diperdagangkan di kisaran 109,61, mengutip data dari Refinitiv.

Anjloknya bursa saham AS dan diikuti bursa saham Asia hari ini berpeluang kembali menguatkan yen. Pelaku pasar kini kembali cemas akan pelambatan ekonomi AS yang tercermin dari turunya yield Treasury AS tenor 10 tahun hingga ke bawah tenor 3 bulan atau yang dikenal dengan inversi pada Rabu kemarin.



Beberapa bank investasi besar bahkan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS di kuartal-II 2019. Morgan Stanley memberikan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 0,6% diturunkan dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 1,0%. Begitu juga dengan JPMorgan yang menurunkan prediksi menjadi 1,0% dari sebelumnya 2,25%.

Serangkaian data-data ekonomi AS yang mengecewakan pada pekan lalu menjadi pemicu kecemasan akan pelambatan ekonomi, selain juga eskalasi perang dagang. AS dan China sama-sama menaikkan bea impor yang signifikan, sehingga arus perdagangan barang akan semakin terhambat. Efeknya tidak hanya di dua negara, tapi berdampak secara global.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading