Panasnya Bara Perang Dagang Buat Bursa Asia Kebakaran

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
17 May 2019 17:29
Panasnya Bara Perang Dagang Buat Bursa Asia Kebakaran
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia menutup perdagangan terakhir di pekan ini dengan koreksi: indeks Shanghai anjlok 2,48%, indeks Hang Seng melemah 1,16% indeks Straits Times terpangkas 0,77%, dan indeks Kospi turun 0,58%.

Potensi eskalasi perang dagang AS-China membuat saham-saham di Benua Kuning dilego investor. Pada Kamis malam (16/5/2019) waktu setempat, media milik pemerintah China mengatakan bahwa Beijing tak tertarik untuk menggelar negosiasi dagang dengan AS pada saat ini, seperti dilansir dari Bloomberg.

Tanpa adanya langkah yang menunjukkan bahwa AS tulus, menjadi tidak berarti bagi para pejabatnya untuk datang ke China dan menggelar negosiasi dagang, tulis blog Taoran Notes. Sebagai informasi, Taoran Notes merupakan sebuah blog yang terasosiasi dengan Xinhua News Agency dan People's Daily yang merupakan media milik pemerintah China.


Menurut tulisan tersebut, walaupun AS telah berbicara mengenai keinginannya untuk melanjutkan negosiasi, dalam saat yang bersamaan AS justru telah memainkan "trik-trik kecil untuk mengacaukan suasana". Hal tersebut mengacu kepada keputusan Presiden AS Donald Trump untuk semakin membatasi ruang gerak Huawei, raksasa teknologi asal China, di AS.

"Jika ada yang berpikir bahwa pihak China hanya menggertak, itu akan menjadi kesalahan penilaian paling signifikan" sejak Perang Korea, tulis Taoran Notes, dikutip dari Bloomberg.

Seperti yang diketahui, pada hari Rabu (15/5/2019) waktu setempat Trump mendeklarasikan kondisi darurat nasional terkait ancaman yang dihadapi sektor teknologi AS melalui sebuah perintah eksekutif.

Hal tersebut memberikan kuasa kepada Menteri Perdagangan Wilbur Ross (dengan konsultasi bersama beberapa pejabat tingkat tinggi lainnya) untuk memblokir transaksi yang melibatkan informasi atau teknologi komunikasi yang "membawa risiko tinggi terhadap keamanan nasional AS".

Menindaklanjuti perintah eksekutif yang dikeluarkan Trump, Departemen Perdagangan AS menambahkan Huawei Technologies dan afiliasinya ke dalam Entity List dari Bureau Industry and Security (BIS), yang pada intinya akan membuat Huawei lebih sulit untuk melakukan bisnis dengan perusahaan asal AS.

China pun kemudian berang dengan langkah AS tersebut. Kementerian Perdagangan China kemarin memperingatkan bahwa sanksi terhadap perusahaan-perusahaan seperti Huawei dapat meningkatkan tensi perang dagang.

Sementara itu, rilis data ekonomi yang mengecewakan ikut membebani kinerja bursa saham regional. Pada hari ini, ekspor non-minyak Singapura periode April 2019 diumumkan anjlok sebesar 10% secara tahunan, lebih buruk dari konsensus yang memperkirakan koreksi sebesar 6% saja, seperti dilansir dari Trading Economics.


TIM RISET CNBC INDONESIA



(ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading