Lepas Obligasi AS, China Diam-diam Serang Balik Trump?

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
17 May 2019 06:54
Lepas Obligasi AS, China Diam-diam Serang Balik Trump?
Jakarta, CNBC Indonesia - Saat ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) meninggi, China melepas kepemilikan obligasi negara AS atau US Treasury dengan laju tercepat dalam dua tahun terakhir pada Maret lalu.

Negara pemegang surat utang AS yang terbesar itu memang hanya melepas kepemilikannya senilai US$20,5 miliar sehingga kini China memiliki obligasi pemerintah AS senilai US$1,12 triliun. Namun, langkah tersebut menunjukkan pola berlanjut berkurangnya kepemilikan China yang terjadi ketika kedua belah pihak masih belum mampu menyepakati perjanjian dagang.



Dalam periode 12 bulan yang berakhir Maret, kepemilikan US Treasury oleh China turun US$67,2 miliar atau sekitar 5,6%. Secara total, kepemilikan Negeri Tirai Ba,bu sudah anjlok US$200 miliar sejak masa puncaknya pada 2012.


Nilai itu mewakili 7% dari nilai utang AS dibandingkan 12% yang sebelumnya dipegang China, menurut data UBS, dilansir dari CNBC International, Jumat (17/5/2019).

Ancaman bahwa China akan berhenti membeli US Treasury atau bahkan melepasnya telah mengguncang pasar obligasi sebelumnya. Langkah China melepas obligasi AS juga diperkirakan sebagai salah satu upayanya untuk mempertahankan nilai mata uang yuan.

Perang Dagang, China Pangkas Kepemilikan Obligasi ASFoto: REUTERS/Andrew Kelly

Langkah China melepas obligasi AS dengan lebih agresif diperkirakan akan menjadi opsi "senjata nuklir" atau pamungkas bagi negara Asia Timur itu yang dapat memperburuk negosiasi dagang yang tengah berlanjut.

Dampak penjualan kepemilikan obligasi oleh China itu memang masih samar. Beberapa ahli memperkirakan jika Beijing benar-benar melepas kepemilikannya, hal itu akan memicu lonjakan suku bunga dan dapat membuat ekonomi AS kacau-balau.

UBS memperkirakan jika penurunan kepemilikan itu berlangsung secara bertahap, langkah itu sepertinya akan menaikkan imbal hasil Treasury bertenor 10 tahun sebesar paling banyak 0,4 poin persentase.



Kepemilikan China terhadap total surat utang AS dibandingkan negara-negara lainnya telah turun menjadi 17,3%, level terendahnya sejak Juni 2006. Jepang masih ada di peringkat kedua dengan total kepemilikan US$1,08 triliun sementara Inggris ada di peringkat ketiga setelah kepemilikannya naik menjadi US$317,1 miliar.

Kepemilikan negara-negara asing atas obligasi negara AS menyentuh rekor US$6,47 triliun atau naik 4% dibandingkan setahun sebelumnya. Total surat utang pemerintah AS terus membengkak dan kini mencapai US$22 triliun. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading