Sepi Sentimen, Harga Batu Bara Tak Bergerak

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
03 May 2019 08:43
Sepi Sentimen, Harga Batu Bara Tak Bergerak
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara Newcastle kontrak pengiriman Mei tak bergerak di posisi US$ 87,2/metrik ton pada perdagangan Kamis (2/5/2019) kemarin.

Kondisi pasar yang masih sepi sentimen membuat pergerakan batu bara kian terbatas. Namun tetap pada posisi yang masih rendah.

Sejak awal tahun 2019, harga batu bara sudah melemah hingga 14,55%.




Hingga saat ini belum ada sinyal yang benar-benar dapat memberi tarikan ke atas yang kuat.

Tapi setidaknya masih ada. Menurut S&P Global Platts, daya tarik batu bara Newcastle bagi importir di China meningkat pekan ini karena harganya yang sudah terlampau murah.

Yah, memang tak ada yang bisa menolak barang bagus harga murah.

Bila permintaan di China meningkat, maka harga kemungkinan besar juga akan terangkat. Itu bisa terjadi karena China merupakan konsumen utama yang menguasai lebih dari separuh pembakaran batu bara di dunia. Alhasil, peningkatan permintaan dari China bisa mempengaruhi keseimbangan fundamental (pasokan-permintaan) di pasar secara signifikan.

Akan tetapi pelaku pasar juga masih waspada karena China masih memberlakukan pengetatan impor untuk melindungi industri batu bara domestik.

Sejak awal tahun 2018, pemerintah China memang sudah membatasi kuota impor batu bara.

Alhasil sepanjang 2018, impor batu bara China hanya sebesar 280,8 juta ton naik tipis dari 271,1 juta ton pada 2017. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibanding impor pada tahun 2013 yang mencapai 327,2 juta ton.

Belum ada tanda-tanda kebijakan tersebut akan dicabut. Artinya, permintaan batu bara impor di China kemungkinan tidak meningkat secara tahunan.

Namun, beberapa pelaku pasar memprediksi pengetatan impor mungkin berakhir setelah Australia melakukan pemilihan umum pada 18 Mei mendatang.

"Ada desas-desus kebijakan [impor] mungkin berubah setelah pemilu Australia tanggal 18 Mei, namun kami belum melihat tanda-tanda perubahan kebijakan hingga saat ini. Tapi itu juga tergantung pada sikap pemerintah yang baru terhadap China," ujar importir batu bara yang berbasis di China, mengutip S&P Global Platts, Selasa (30/4/2019).

TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading